TESTIMONI MANTAN RADIKAL CHAPTER II

syamsul Hadi   |   Adv Video  |   Jumat, 12 Oktober 2018 - 11:04:17 WIB   |  dilihat: 148 kali   |  0 komentar

KEMBALINYA NAPITER KE PANGKUAN IBU PERTIWI

Indonesia dianggap sebagai negara yang berbahaya hingga dikeluarkan travel warning dari negara-negara besar. Indonesia yang sebelumnya identik dengan penduduknya yang ramah, menjadi sebuah negara yang penduduknya membahayakan bagi bangsa lain.

Sebagai upaya menangkal meluasnya aksi radikalisme di Indonesia, pemerintah dan pihak-pihak terkait kini lebih gencar mencegah radikalisme atau deradikalisasi dan melakukan pembinaan terhadap para mantan pengikut paham radikal juga terus digalakkan pemerintah dan pihak-pihak terkait.

Seperti yang dilakukan di Banten, sejumlah mantan pengikut paham radikal mendapat pembinaan serta dukungan agar kembali dan patuh terhadap hukum yang bersendikan pancasila dan undang-undang dasar 1945. Kesadaran yang muncul harus dari dalam dirinya dan murni dari hati nurani, bukan karena dipaksa atau terpaksa.

Seperti yang dilakukan Hadidi alias Abi Zahro, mantan pengikut paham radikalisme yang pernah menjalani hukuman atas perbuatannya itu dari hati yang paling dalam dan sesungguhnya menyadari dan menyesali perbuatannya.

Ia mengaku ini merupakan pengalaman berharga dalam kehidupannya dan ia bersumpah untuk senantiasa lebih berhati-hati dalam bertingkah laku serta tidak akan mengikuti paham radikal maupun kegiatan yang menjurus terorisme.

Semoga ini bisa menggugah para mantan pengikut paham radikalisme lainnya untuk segera sadar dan kembali ke pangkuan ibu pertiwi.

Profil syamsul Hadi

syamsul Hadi

Iklan Tengah Detail Video 568x120px

Komentar Video



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook