Banten SportDaerah
Trending

Atlet Tinju PON Tetap Latihan Normal di Bulan Puasa

SERANG, BANTEN RAYA – Selama bulan puasa latihan yang dijalankan oleh atlet tinju Banten untuk menghadapi PON Papua 2021 tidak ada kendala. Dua atlet tinju Banten yakni Sofi Rosalia yang turun di kelas 57 kg putri dan Michael Romroman di kelas 60 kg terus menjalani latihan untuk meningkatkan kemampuannya agar semakin bagus nantinya.

Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Banten Verry Yugangga didampingi pelatih Suherman mengatakan, latihan yang dijalankan atletnya masih tahap persiapan umum sekaligus menyelipkan beberapa latihan khusus untuk atlet agar tidak jenuh. 

“Selama bulan puasa atlet kami tetap berlatih normal pagi dan sore. Kami sedang mengejar target agar kemampuan atlet kami maksimal dan siap berlaga nantinya di PON Papua,” jelasnya.

Selama bulan puasa, atlet tidak ada perubahan atau penyesuaian seperti cabang olahraga lainnya. Ini dikarenakan dua petinju Banten kebetulan non muslim sehingga tidak berpengaruh terhadap latihan yang dijalani. 

“Karena tidak berpuasa maka program yang dijalankan terus dilaksanakan. Kami berlatih hingga 5 kali dalam seminggu untuk jadwal latihannya ada yang pagi dan sore,” kata Suherman. 

Latihan atlet PON Banten sendiri saat ini lebih bersemangat sebab di Kota Serang terdapat atlet pelatnas SEA Games Hanoi, Vietnam. Mereka melihat atlet lain berlatih dan terus memperbaiki diri agar semakin bagus. 

“Hal ini tentunya menguntungkan bagi kami sebab kami bisa belajar dari atlet lainnya terkait stamina, teknik, strategi dan lainnya. Saya berharap atlet juga belajar dari atlet lain agar kemampuannya semakin komplet,” tegasnya.      

Ia menambahkan, untuk melihat perkembangan atletnya ia juga berencana untuk menggelar uji coba dengan atlet PON dan atlet nasional. Namun untuk waktunya menyesuaikan dan tergantung dari program pelatihan nasional. 

Uji coba diperlukan sebab dalam satu tahun lebih ini tidak ada kejuaraan sehingga pihaknya perlu evaluasi dan data untuk perbaikan sebelum terjun di Papua.

Baca juga

KONI Banten Berangkatkan 268 Atlet ke PON Papua

“Minimal kami uji coba dengan atlet lokal untuk melihat perkembangan latihan selama ini. Kami sendiri ingin ikut kejuaraan jika ada tahun ini sebab ini sekaligus untuk mengintip kekuatan provinsi lainnya,” imbuh dia.

Hal yang tak kalah penting atlet juga diminta menjaga kesehatan agar tetap bugar. Selain itu protokol kesehatan menjadi kewajiban untuk melindungi atlet dari penularan korona. 

“Ini penting dan tidak boleh disepelekan sebelum dan sesudah berlatih kami menerapkan protokol kesehatan,” tutupnya. (hendra)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp