Banten Sport
Trending

VO2Max Tidak Maksimal Terancam Dicoret ke Papua

SERANG, BANTEN RAYA – KONI Provinsi Banten menggelar tes parameter untuk melihat perkembangan VO2Max para atlet yang akan berlaga di PON Papua tahun ini. Dalam tes parameter ini sebanyak 187 atlet menjalani tes tersebut di Aula KONI Banten mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Bagi atlet yang perkembanagan VO2Max tidak mengalami peningkatan atau dibawah standard maka mereka terancam tidak diberangkatkan ke PON Papua.

Kabid Bina Prestasi KONI Banten Hengky Bremer mengatakan, untuk VO2Max beregu putra minimal nilai mereka 50 sementara untuk putri harus 40. Sementara untuk perorangan bervariasi tergantung cabang olahraga masing-masing. “VO2Max harus seperti itu. Jika kurang kami akan pertimbangkan untuk tidak diberangkatkan ke PON Papua. VO2Max ini menjadi acuan sebab berkaitan dengan fisik. Jika fisik dan VO2Max nya tidak maksimal ini sama saja mereka secara fisik kurang memenuhi. Jadi kalau diberangkatkan tentu akan sulit untuk bersaing dengan atlet lainnya. Kami tahun ini mengincar prestasi jadi semua harus dikejar agar target 10 besar yang dicanangkan bisa terwujud,” jelasnya.

Untuk saat ini memang ada atlet yang VO2Max sudah bagus. KONI Banten berharap cabang olahraga yang bagus terus meningkatkan kemampuannya agar semakin stabil dan bagus. Sementara untuk cabang olahraga yang dinilai kurang dengan waktu tersisa harus mengejar ketertinggalan agar maksimal. “Untuk saat ini cabang olahraga yang bagus VO2Max setelah tes fisik pertama telah melanjutkan ke program persiapan khusus. Tes VO2 Max yang dilakukan atlet berlari dengan limit waktu dan diawasi langsung oleh pengawas,” imbuhnya.

Ia menambahkan VO2 Max merupakan pondasi dasar sebab berkaitan fisik. Jika fisik saja tidak memenuhi persyaratan bagaimana nanti bertanding. “Kami akan terus memantau dan tanya ke pelatih perkembangan atlet yang kami nilai masih kurang VO2Max,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua KONI Banten Rumiah Kartoredjo berharap di tes parameter ini VO2Max atlet yang kurang bisa membaik dan mereka fisiknya semakin bagus. “Saya meninjau langsung dan harapan saya fisik atlet dan VO2Max meningkat tajam sebelum berangkat ke Papua. Saya juga meminta agar pelatih mengawasi ketat atletnya dan disiplin dalam memantau perkembangan atletnya,” kata Rumiah.

Atlet gulat Banten Desi Sinta mengatakan dirinya terus meningkatkan kemampuan fisiknya agar nantinya bisa maksimal saat berlaga di PON Papua. “Kami terus berlatih maksimal untuk meningkatkan kondisi fisik dan stamina. Saya pribadi ingin mempertahankan raihan medali emas yang didapat di PON Jawa Barat 2016 lalu. Menu latihan saya langsung diatur pelatih dan dalam seminggu kami berlatih hingga 6 kali variasi baik pagi atau sore,” tutup dia. (hendra)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp