DaerahKesehatanPemprov Banten
Trending

3.501 Kasus Baru Covid-19 di Banten Timbul Gara-gara Data Lama Baru Terinput

SERANG, BANTEN RAYA – Pemprov Banten membantah adanya lonjakan kasus baru Covid-19 seperti yang dirilis pemerintah pusat. Adapun kenaikan kasus mencapai 3.501 pada 4 April 2021 terjadi karena masalah teknis penginputan data di tingkat pusat.

“Tidak ada kenaikan signifikan jumlah kasus Covid-19 di Banten pada pekan ini,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti, Minggu (4/4/2021) malam.

Menurut Ati, data yang dirilis di pusat merupakan data lama yang baru terinput.

“Mengapa jumlah penambahan kasus Covid-19 di Banten seolah-olah naik signifikan pada pekan ini, karena data lama di Banten baru terinput di aplikasi NAR (new all record) dalam minggu ini. Sehingga seolah kasus di Banten naik signifikan,” katanya.

Adapun data kasus baru yang dimiliki Pemprov Banten per tanggal 4 April 2021 adalah sebanyak 103. Rinciannya, dinyatakan sembuh 94 orang, masih dirawat 9 orang dan tidak ada kasus meninggal dunia.

Ati juga merinci, total kasus konfirmasi Covid-19 di Banten mencapai 43.838 kasus. Sebanyak 40.525 dinyatakan sembuh, 2.164 masih dalam perawatan dan sebanyak 1.149 dinyatakan meninggal.

Selama ini, kata dia, ada perbedaan data antara data di pusat dengan data di Banten. Di mana data yanh dimiliki Pemprov Banten lebih banyak jika dibanding dengan di pusat. 

“Jadi data yang dilaporkan oleh Banten selama ini belum terinput seluruhnya di pusat. Oleh karena itu, sejak kamis (1/4/2021) kemarin pusat menyamai datanya dengan data yang di Banten. Sehingga dalam empat hari ini seolah kasus di Banten naik signifikan,” ungkapnya.

Ati juga menegaskan, saat ini Banten memiliki angka kesembuhan tertinggi.

Diberitakan sebelumnya, Per 4 April 2021, Indonesia melaporkan penambahan kasus baru positif Covid-19 sebanyak 6.731 kasus. Total pasien terkonfirmasi saat ini sejumlah 1.534.255.

Seperti dilansir detik.com, Banten menyumbang angka kasus positif terbanyak dengan total 3.501. Disusul oleh DKI Jakarta dengan total kasus 736, dan Jawa Barat dengan total 338 kasus. (dewa)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp