DaerahKesehatanPemprov Banten
Trending

80,7 Persen Warga Percaya Pemprov Banten Bisa Tangani Pandemi Covid-19

SERANG, BANTEN RAYA – Lembaga Dimensi Research & Consulting merilis hasil temuan survei kinerja Pemprov Banten dalam menanggulangi pandemi Covid-19. Hasilnya, 80,7 persen warga Banten bisa menangani bencana nom alam tersebut. 

Direktur Riset Dimensi Research & Consulting Kamal Mutamam mengatakan, baru-baru ini pihaknya melakukan survei evaluasi kebijakan publik yang memotret kinerja Pemprov Banten, termasuk isu Covid-19. Survei dilakukan pada tanggal 25-31 Januari 2021 dengan mewawancarai 440 responden yang berumur 17 tahun atau lebih atau yang sudah menikah. Sampel dipilih secara acak bertingkat atau multistage random sampling dan terdistribusi secara proporsional di seluruh kabupaten/kota. Margin of error kurang lebih 4,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

“Hasilnya tingkat optimisme warga terharap Pemprov Banten akan berhasil penangani pandemi mencapai 80,7 persen dan hanya 11,6 persen yang tidak yakin. Walaupun hal itu bukan kalkulasi epidemiolog, tetapi keyakinan itu merupakan bentuk trust dan optimisme yang sangat penting,” ujarnya kepada Banten Raya, Sabtu (13/2/2021).

Ia menejlaskan, selanjutnya dari sisi perhatian pemprov terhadap masalah Covid-19, sebanyak 79,1 persen responden menilai sejauh ini sudah cukup besar. Hanya 18,4 persen yang menyatakan sebaliknya (kecil-red). Artinya, publik Banten menangkap dengan baik keseriusan pemerintah provinsi mengatasi pandemi yang tampak dari strategi dan langkah-langkah kebijakan yang telah dijalankan.

Salah satu strategi itu misalnya mengenai kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang mulai diberlakukan 18 April 2020 di wilayah Tangerang Raya. Kemudian sejak 21 September 2020 di seluruh wilayah Banten. Publik tidak hanya peduli dengan kebijakan tersebut melainkan juga memberikan sikap dukungan. Tingkat dukungan publik bahkan mencapai 72 persen, sementara yang tidak mendukung hanya 18,4 persen.

“Sikap itu relatif tidak berubah, meski kecenderungannya menurun, ketika kebijakan PSBB terus diperpanjang hingga 18 Januari 2021. Mereka yang setuju sebesar 60,2 persen, tidak setuju 33,6 persen dan 6,1 persen lainnya tidak menjawab,” katanya. 

Lebih lanjut dipaparkan Kamal, begitu pula dengan kebijakan program jaring pengamanan sosial sebagai langkah mengatasi dampak ekonomi Covid-19. Sebanyak 65,5 persen warga Banten mengaku pernah mendapatkan bantuan terkait Covid-19. Sedangkan mereka yang rutin mendapatkan bantuan setiap bulan sebesar 8,9 persen. 

“Meski konteks pertanyaan terkait bantuan bersifat umum (bantuan pemerintah), tanpa menyebutkan secara spesifik bantuan Pemprov Banten. Akan tetapi keberadaan pemprov sebagai wakil pemerintah pusat punya peran besar. Memastikan agar semua bantuan sosial terkoordinasi dengan baik dan tepat sasaran,” ungkapnya.

Sementara itu, pihaknya juga melakukan survei terhadap penilaian publik dari sisi tingkat keberhasilan strategi pemprov, terutama dalam mencegah penyebaran Covid-19. Hasilnya ditemukan 54,1 persen publik menilai strategi itu berhasil. Namun begitu, terdapat 33,4 persen yang mejawab biasa saja. 7,6 persen yang menyatakan tidak berhasil dan 3,0 persen sisanya tidak menjawab. 

“Walau yang menyatakan berhasil angkanya dominan, tetapi mereka yang merespon biasa saja perlu menjadi perhatian khusus karena cukup siginifikan. Respon itu berarti strategi dan langkah kebijakan yang dijalankan selama ini dianggap belum begitu efektif mencegah penularan Covid-19,” tuturnya.

Hal itu berbanding lurus dengan kesadaran warga Banten yang begitu tinggi akan pentingnya penerapan protokol kesehatan. “Dari segi persepsi, sebanyak 87,5 persen memandang penerapan protokol kesehatan penting dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu untuk mencegah penularan Covid-19,” pungkasnya. (dewa)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp