DaerahKesehatanPemprov Banten
Trending

Banten Tak Dapat Jatah Vaksin AstraZaneca

SERANG, BANTEN RAYA- Provinsi Banten tak mendapat jatah vaksin Covid-19 jenis AstraZaneca. Hingga saat ini, seluruh kegiatan vaksinasi di wilayah paling barat di Pulau Jawa itu menggunakan vaksin jenis Sinovac. 

Kepala Dinas kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih terus menerima suplai vaksin Covid-19 dari pemerintah secara bertahap. Itu termasuk vaksin sebanyak 17.000 vial yang kembali diperolehnya pada Rabu (24/3/2021) lalu.

“Datang sebanyak 17.000 vial atau sekitar 170.000 sasaran, tapi ini kita tetap proritasnya lansia baru ke pelayan publik. Jumat (hari ini) kita sudah distribusi ke kabupaten/kota,” ujarnya, Kamis (25/3/2021).

Mantan Direktur Utama RSUD Kota Tangerang itu menuturkan, dari vaksin yang diperolehnya selama ini, seluruhnya adalah jenis Sinovac. Banten belum mendapat jatah vaksin jenis AstraZaneca seperti beberapa daerah lainnya di Indonesia.

“Sampai hari ini dan sampai (vaksinasi tahap dua) termin tiga pun nanti kami didatangkan oleh pemerintah pusat vaksinnya masih yang Sinovac. Tapi ada beberapa daerah yang sudah menggunakan AstraZaneca,” katanya. 

Diungkapkannya, secara penggunaan tidak ada perbedaan antara vaksin Sinovac dengan AstraZaneca. Keduanya memiliki peruntukkan yang sama yaitu untuk usia 18 tahun ke atas. Pun demikian dengan sasarannya yang untuk saat ini memprioritaskan lansia dan pelayan publik.

“Sampai dengan hari ini (kemarin) belum ada uji coba terkait vaksin untuk usia 18 tahun ke bawah. Ketika (andai vaksin AstraZaneca datang) sasaran dari lansia dan pelayan publik belum selesai itu tetap masih untuk lansia dan pelayan publik,” ungkapnya.  

Lebih lanjut dipaparkan Ati, dengan kondisi tersebut maka target sasaran vaksinasi Covid-19 adalah sekitar 6 sampai 7 juta jiwa, atau 70 persen dari total jumlah penduduk Banten sebanyak 12 juta jiwa. Seluruhnya itu diharapkan sudah rampung pada Desember 2021 atau dipercepat dari rencana awal di April 2022 sesuai target secara nasional.            

“Pemerintah pusat itu awalnya di April 2022 kita harus sudah selesai vaksinasi untuk 70 persen dari total jumlah penduduk yang ada. Pemerintah pusat berharap dilakukan percepatan, Desember 2021 harus sudah selesai,” tuturnya. (dewa)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp