DaerahKesehatan
Trending

Banyak Lansia Masih Takut Disuntik Vaksin

SERANG, BANTEN RAYA- Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Baten menyoroti capaian vaksinasi bagi warga lanjut usia (lansia) di Kota Serang yang terbilang masih minim. Kondisi tersebut terjadi lantaran lansia yang menjadi sasaran prioritas masih banyak yang takut disuntik vaksin Covid-19.  

Kepala Dinkes Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, secara keseluruhan target vaksinasi yang dicanangkan untuk Provinsi Banten adalah sekitar 8 juta jiwa. Hingga Kamis (8/4/2021), capaian vaksiasi di Banten baru mencapai sekitar 330 ribu jiwa. Mereka yang telah divaksin sebagian besar adalah para sasaran prioritas yang terdisi atas tenaga kesehatan (nakes), pelayan publik dan warga lansia.

“Lansia ini (se-Banten) capaiannya 65.000 atau baru sekitar 70 persen dari vaksin yang kita alokasikan sementara. Memang untuk lasia yang masih sedikit sekali capaiannya yang vaksinnya sudah kita distribusikan itu baru Kota Serang yang masih sedikit. Harusnya sudah sampai 23.000 sasaran, baru sekitar 1.980,” ujarnya kepada awak media, Sabtu (10/4/2021).

Mantan Direktur Utama RSUD Kota Tangerang itu menuturkan, terkait minimnya capaian vaksinasi di Kota Serang, Pemprov Banten telah berkirim surat ke Walikota Serang Syafrudin. Setelah ditelusuri kondisi tersebut terjadi lantaran masih banyaknya lansia yang masih takut untuk divaksin. 

“Kendalanya dengan mereka masih takut atau mungkin sosialisasi belum gencar. Walikota sebenarnya sudah memerintahkan Dinkes Kota Serang untuk jemput bola,” katanya. 

Disinggung soal pelaksanaan vaksinasi di bulan Ramadan, Ati menegaskan akan tetap melakukannya. Hal itu mengacu pada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dimana penerimaa injeksi vaksin tak membatalkan puasa.

“Namun disarankan yang ingin vaksinasi baik lansia dan pelayanan publik sebaiknya dipagi hari di jam 08.00 karena kondisi perut bekas sahur tidak kosong. Jangan siang di atas jam 13.00 karena perut sedang kosong-kosongnya,” tuturnya.

Diakui Ati, meski ingin segera menuntaskan target secara keseluruhan akan tetapi dalam pelaksanannga terbentur dengan stok vaksin yang juga masih terbatas. 

“Vaksin ini kondisinya memang sangat terbatas dan produksinya dilakukan bertahap oleh pemerintah pusat kepada provinsi di Indonesia. oleh karenanya kita menapatkannya secara bertahap pula,” ujarnya. (dewa)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp