DaerahPemprov Banten
Trending

Dewan Minta Pinjaman Daerah Pemprov Banten Rp4,1 T ke PT SMI Dibatalkan

SERANG, BANTEN RAYA- DPRD Provinsi Banten meminta agar rencana pinjaman daerah senilai Rp4,1 triliun ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) agar dibatalkan. Sebab, proses pencairannya tak kunjung usai lantaran adanya inkonsistensi dengan banyaknya aturan main yang berubah di tengah jalan. Pemprov Banten disarankan lebih mengoptimalkan kemampuan daerah untuk melakukan pembangunan.

Ketua Fraksi PAN DPRD Provinsi Banten Dede Rohana Putra mengatakan, pihaknya memang sudah sejak awal meminta agar pinjaman ke PT SMI dibatalkan. Terlebih saat ini Pemprov Banten justru disibukkan dengan inkonsistensi pemerintah pusat dengan peraturan dan pelaksanaan yang berubah-ubah.

“Dari awal kita konsisten, dari PAN tidak merekomendasikan. Awalnya tanpa bunga kita ambil akhirnya kena bunga, kemudian kena bunga boleh delapan tahun, sekarang jadi lima atau tiga tahun,” ujar Dede saat dihubungi bantenraya.com Kamis (10/6/2021).

Wakil rakyat asal Kota Cilegon itu menuturkan, pada dasarnya pinjaman ke PT SMI bertujuan untuk pemulihan ekonomi dampak pandemi Covid-19. Meski demikian, jika tenor pinjaman 5 atau bahkan 3 tahun, maka tujuan pemulihan ekonomi justru tidak akan tercapai. Pemerintah daerah hanya akan disibukkan dengan pengembalian.

BACA JUGA: Pusat Minta Tenor Utang Rp4,1 T Dipercepat Jadi 3 atau 5 Tahun, Pemprov Banten Masih Berminat?

“Kalau tenor 3 tahun dampak pandemi ini belum selesai. Sudah mah kita kena bunga, selama tiga tahun minim pendapatan. Belum stabil karena masih pandemi ini, malah suruh mengembalikan uang,” katanya.

Dengan adanya inkonsistensi pemerintah pusat, kata dia, maka seharusnya Pemprov Banten melayangkan protes keras. Bahkan Dede menegaskan, jika sejak awal menolak pinjaman, maka kini tidak ada lagi persoalan soal pinjaman daerah.

“Kalau dulu nolak (maka) sekarang sudah selesai. Pemerintah jelas tidak konsisten harusnya kita sebagai pemerintah provinsi protes. Dalam bentuk apa? Menolak sekalian,” ungkapnya.

Lebih lanjut dipaparkan Dede, jika memang ingin tetap mengambil pinjaman seharusnya hal itu bisa dilakukan sekaligus pada tahun anggaran 2020. Sebab, di tahun ini Pemrpov Banten berhasil mencairkan pinjaman daerah dari PT SMI juga sekitar Rp800 miliar.

Dari catatan bantenraya.com, Pemprov Banten telah menerima pinjaman daerah dari PT SMI pada Perubahan APBD 2020. Dari nilai yang diajukan Rp856,27 miliar, disetujui hanya menerima Rp851 miliar.

“Awalnya kita tidak siap perencanaannya. Kemarin enggak kena bunga, sekarang mereka berubah pikiran. Akhirnya berubah pikiran, kita juga yang kena masalahnya,” tutur Dede.

Ia tak memungkiri, ketika pinjaman daerah dibatalkan maka akan ada refocusing atau pergeseran anggaran untuk membiayai kebutuhan program mendesak. Anggaran harus diarankan untuk pembiayaan kegiatan untuk pembangunan infrastruktur yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kebutuhannya tidak urgen saya kita harus disetop. Misalnya sport center, lagi pandemi, orang tidak boleh berkerumun ya buat apa sport center. Banyak kegiatan yang lebih tapi prioritas seperti kesehatan dan infrastruktur dasar. Kalau yang lain saya kira bisa digeser-geser, ditunda, enggak apa-apa lah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Provinsi Banten Gembong R Sumedi mengatakan, arahan untuk mempercepat tenor pinjaman daerah harus dikaji lebih mendalam. Kalau memang terlalu membebani keuangan daerah maka sebaiknya Pemprov Banten bisa mengoptimalkan kemampuan keuangan daerah.

“Lebih baik kita ini saja, berpijak kemampuan kita sendiri saja dulu. Soalnya saya khawatir juga tenor diperpendek, cicilan lebih besar pasti akan mengganggu yang lain,” katanya.

Sementara jika ingin tetap mengambil pinjaman daerah, kata dia, maka harus dilihat terlebih dahulu struktur APBD-nya. Sebab, meski secara keuangan dianggap tetap mampu namun pasti ada sejumlah program yang harus dikorbankan.

“Kita harus lihat dulu struktur APBD-nya ini. Soalnya kan pasti yang 8 tahun sekitar Rp200 miliar kalau tidak salah. Saya belum tahu 3 atau 5 tahun itu berapa cicilannya,” katanya.

Gembong mengaku khawatir sejumlah program yang digeser anggarannya untuk menutupi cicilan pengembalin pinjaman nantinya adalah sektor yang memang untuk kemaslahatan masyarakat. Sementara untuk kemungkinan pinjaman untuk dibatalkan, ia mengaku belum bisa berkomentar.

“Saya belum bisa komentar kalau dibatalkan atau setidak-tidaknya jumlah pinjamannya dikurangi, itu lebih realistis,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemprov Banten kembali memertimbangkan kembali apakah akan mengambil atau membatalkan rencana pinjaman daerah senilai Rp4,1 triliun ke PT SMI pada tahun ini. Hal itu dilakukan lantaran pemerintah pusat mengarahkan agar tenor pinjaman dipercepat dari 8 menjadi 5 atau 3 tahun saja.

Diketahui, Pemprov Banten telah secara resmi mengusulkan pencairan pinjaman daerrah ke PT SMI. Usulan pinjaman tersebut tertuang dalam Surat Gubernur Banten Nomor 900/986-BPKAD/2021 perihal Pemberitahuan Pinjaman PEN Daerah. Surat ditujukan kepada Pimpinan DPRD Provinsi Banten tertanggal 10 Mei 2021.

Saksikan Podcast Meja Redaksi di Banten Raya Channel

Dalam surat tersebut disebutkan, dalam rangka program PEN sebagai dampak dari pandemi Covid-19, pemerintah telah memberikan pembiayaan kepada pemerintah daerah dalam bentuk pinjaman PEN Daerah. Untuk memanfaatkan pembiayaan tersebut, pemprov telah mengajukan pinjaman kepada pemerintah melalui PT SMI sebesar Rp4.143.010.747.450.

Pinjaman memiliki jangka waktu pinjaman selama 8 tahun dan masa tenggang 24 bulan dan suku bunga 6,19 untuk pinjaman program dan atau kegiatan. Pinjaman akan digunakan pada kegiatan pembangunan bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan perdagangan.

Berdasarkan catatan bantenraya.com, terdapat tiga kategori suku bunga pinjaman ke PT SMI. Bunga pinjaman PEN dengan suku bunga 5,30 persen untuk tenor 3 tahun dan suku bunga 5,66 persen untuk tenor 5 tahun. Terakhir, suku bunga 6,19 persen untuk tenor 8 tahun yang pada usulannya dipilih oleh Pemprov Banten. (dewa/rahmat)

 

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp