DaerahPemprov Banten
Trending

DPRD Minta Gubernur Banten Tegas Soal Rencana Pinjaman Rp4,1 Triliun ke PT SMI

SERANG, BANTEN RAYA – DPRD Provinsi Banten meminta agar Gubernur Banten tegas terhadap rencana pinjaman daerah tahap 2 ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) senilai Rp4,1 triliun. Gubernur diminta bisa segera menentukan kebijakannya terhadap hal tersebut.

Seperti diketahui, rencana pinjaman daerah tahap 2 ke PT SMI telah masuk dalam postur APBD tahun anggaran 2021. Akan tetapi, belakangan Pemprov Banten menangguhkan eksekusinya lantaran pemerintah pusat membebankan bunga sebesar 6,19 persen. 

Terkait hal tersebut Gubernur Banten Wahidin Halim mengirim surat keberatan ke Menteri Keuangan Sri Mulyani. Di satu sisi, gubernur juga meminta konsultasi ke DPRD Banten dengan mengajukan tiga opsi. 

Pertama, melanjutkan pinjaman full dengan risiko bunga. Kedua, memangkas pinjaman pokok atau opsi ketiga membatalkan rencana pinjman. Sementara itu, DPRD sendiri telah melakukan rapat dengan hasil segala keputusan diserahkan kembali ke gubernur.

Ketua DPRD Provinsi Banten Andra Soni menegaskan, Gubernur Banten harus tegas dalam memutuskan kelanjutan pinjaman.

“Harus tegas. Jangan abu-abu. Jadi bukan tebak-tebakan lagi,” tegas Andra saat hadir dalam acara pojok aspirasi di salah satu rumah makam di Kota Serang, Kamis (29/4/2021).

Politikus Gerindra itu menjelaskan, Pemprov Banten harus memiliki perhitungan terkait utang PT SMI. Terkait skema pembayaran bunga jika pinjaman jadi dilanjutkan, DPRD telah berdiskusi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Banten. Beban bunga akan dianggarkan pada Perubahan APBD 2021.

Baca juga

Utang ke PT SMI Rp4,1 Triliun, Pemprov Banten Harus Bayar Bunga Sampai Rp1,07 Triliun

“Skeman pembayaran kita sudah didiskuskan. Karena ini dikenakan bunga sehingga langsung tahun ini kena pembebanan bunga. Karena APBD 2021 sudah diketok, itu (bunga-red) akan bayar disiasati di APBD perubahan,” ujar Andra.

Meski begitu, lanjut Andra, pihaknya meminta Gubernur Banten tetap berhati-hati dalam menentukan arah kebijakan dalam memutuskan lanjut tidaknya utang ke PT SMI.

“Jangan sampai (gara-gara) bunga malah jadi malapetaka,” pungkasnya. (dewa)

 

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp