Daerah
Trending

FKPT : Milenial Terpapar Terorisme di Banten Meluas

SERANG, BANTEN RAYA – Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Banten Amas Tadjuddin mengimbau agar masyarakat waspada. Sebab, saat ini kalangan milenial di Banten yang terpapar terorisme makin meluas. 

“Serangan teroris menembus Mabes Polri pada 31 Maret 2021 dilakukan seorang diri berjenis kelamin perempuan, adalah bukti bahwa kelompok radikal terorisme itu ada dan nyata. Bukan rekayasa dan khayalan serta bukti telah menyasar semua kelompok usia dan jenis kelamin,” ujarnya, Rabu (31/3/2021).

Amas menuturkan, pelaku serangan teroris tersebut telah teridentifikasi adalah perempuan kelahiran 1995 merupakan generasi milenial telah terpapar radikal terorisme. Pelaku diduga merupakan jaringan jihadis nusantara yang berafiliasi kepada kelompok pejuang khilafah.

“Diketahui para pengasong khilafah berafiliasi ke ISIS berasal dari organisasi terlarang maupun individual. Sudah tersebar meluas dan sangat memprihatinkan termasuk generasi milenial terpapar intoleran radikal terorisme meluas di Provinsi Banten,” katanya. 

Diungkapkannya, di era digital terbuka pergerakan kelompok radikal terorisme kini telah memanfaatkan jejaring media sosial (medsos) untuk terus melakukan propaganda. Menyusup ke berbagai kelompok dan organisasi masyarakat (ormas). Secara terbuka melalui situs mereka merekrut simpatisan pejuang khilafah yang berujung pada radikal terorisme. 

Oleh karena itu ia meminta kepada aparat penegak hukum agar tidak ragu melakukan tindakan tegas. Bahkan kepada siapapun yang sudah terindikasi terpapar yang seringkali ditemukan juga di kelompok ASN atau pegawai pemerintah, badan usaha milik negara (BUMN) dan Kementerian. 

“Kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh kelompok radikal terorisme yang kerapkali terlihat menebar ujaran kebencian, kepada pemerintahan yang sah dan tokoh-tokoh ormas yang moderat berdasarkan idiologi Pancasila,” ungkapnya.

Amas juga mengimbau, kepada orang tua agar senantiasa mengawasi putra putrinya dalam bermedsos dan online agar tidak terpapar paham teroris. 

“Terakhir, mengingatkan kepada pimpinan partai politik atau aktivis partai politik agar tidak menyebarkan provokasi intoleransi. Paham khilafah dan anti Pancasila yang memanipulasi narasi dalil agama untuk tujuan meraih kekuasaan politik dan partai,” tuturnya. 

Sebelumnya, satu orang tak dikenal (OTK) dilumpuhkan dengan tembakan di Kompleks Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu (31/3/2021) sore sekitar pukul 16.40 WIB. 

Penyerangan di Mabes Polri itu diketahui dari video yang beredar di media sosial.

Dari video itu terlihat seseorang mengenakan hijab berjalan di halaman depan Mabes Polri. Orang tersebut tampak mendekati pos pengamanan dan seperti mengarahkan senjata kepada petugas yang ditemuinya.

Tidak lama kemudian, OTK itu berhasil dilumpuhkan dengan tembakan. OTK itu diduga sebagai teroris yang menyusup ke Kompleks Mabes Polri. (dewa)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp