DaerahKesehatanPemprov Banten

Gubernur Banten Tak Bisa Divaksin Covid-19 untuk Tahap Pertama

SERANG, BANTEN RAYA – Gubernur Banten Wahidin Halim dipastikan tak akan ikut serta dalam program vaksinasi Covid-19 tahap pertama. Hal tersebut disebabkan lantaran orang nomor satu di Banten itu telah berusia di atas 59 tahun. 

Seperti diketahui, pemerintah pusat telah memberikan sebanyak 14.560 vaksin Sinovac kepada Provinsi Banten pada tahap pertama, Minggu (3/1/2021). Pengiriman dilakukan dengan pengawalan ketat dari gudang PT Biofarma di Bandung. Berikutnya, pada minggu ketiga Januari ini, pengiriman kedua akan dilakukan dengan mengirim sebanyak 68.920 vial. 

Vaksinasi tahap awal sendiri akan digelar serentak pada 14 Januari mendatang. Sasaran utamanya dari kegiatan tersebut adalah para tenaga kesehatan (nakes).

Sebelum vaksinasi serentak itu, sejumlah pejabat negara termasuk Presiden Joko Widodo akan terlebih dahulu disuntik vaksin pada 13 Januari.

Dikatakan WH, sapaan akrab Wahidin, untuk vaksin Sinovac memiliki syarat untuk penggunanya yaitu berusia antara 18 hingga 59 tahun. 

“Saya termasuk yang enggak divaksin nanti. Ini diskriminasi di atas 59 tahun enggak divaksin,” ujarnya, kemarin.

Mantan Walikota Tangerang itu mengaku, dirinya sendiri sebenarnya ingin menjadi orang yang juga divaksin. Sebab, dia masuk kelompok rentan terpapar Covid-19. 

“Singapura itu anak kecil sampai aki-aki divaksin. Di sana Perdana Menterinya sudah di atas 60 tahun. Jangan dibeda-bedain napa, saya tersinggung, gundah gulana juga ini,” kata WH berseloroh.

Sementara itu, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengaku siap divaksin tahap awal sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat bahwa vaksin aman dan efektif.

“Saya siap. Tetap, pelaksanaan vaksin yang utama tenaga medis dulu yang menjadi prioritas sebagai garda terdepan,” ujar mantan anggota DPR RI ini. 

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, untuk vaksin jenis Sinovac memang diperuntukkan bagi yang berusia 18 sampai 59 tahun. “Usia 18-59 tahun untuk Sinovac. Bisa membuat kekebalan sampai 95 persen,” tuturnya. (dewa)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
× Chat Via WhatsApp
%d blogger menyukai ini: