DaerahPemprov Banten
Trending

Hati-hati! Pengumpul Zakat Selain Baznas dan LAZ Bisa Dipidana

SERANG, BANTEN RAYA- Badan Amil Zakat (Baznas) Provinsi Banten menegaskan bahwa yang berhak melakukan pengumpulan zakat adalah lembaganya dan turunannya serta Lembaga Amil Zakat (LAZ). Selain itu, tidak diperkenankan melakukannya. Jika melanggar maka mereka bisa dikenakan dipidana. 

Ketua Baznas Provinsi Banten Syibli Syarjaya mengatakan, berdasarkan Undang-undang nomor 23 tahun 2011 mengamanatkan jika pemungutan zakat hanya dilakukan oleh Baznas dan LAZ. Sementara di luar itu tidak diberi kewenangan untuk menghimpunnya. 

“Di pasal 38 Undang-undang 23 tahun 2011 bahwa yang memungut zakat selain Baznas dan LAZ itu akan dikenakan pidana. Sebetulnya satu-satunya (yang diberi kewenangan adalah) Baznas, LAZ itu dibentuk masyarakat membantu Baznas,” ujarnya, kemarin. 

Mantan Rektor IAIN atau sekarang bernama UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten itu menuturkan, selain dua instansi tersebut, lembaga lain yang diperkenankan untuk mengumpulkan zakat adalah turunan dari Baznas yaitu Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Tugasnya mengumpulkan zakat dari lingkup tertentu yang selanjutnya disetor ke Baznas.

“Ada perpanjangan dari Baznas yang namanya UPZ juga diperkenankan,” katanya. 

Ia mengakui, kerap mendapati pihak-pihak yang melanggar ketentuan tersebut. Meski demikian, Baznas Banten belum memiliki keberanian moral untuk melakukan penertiban. Ke depan, lambat laun pihaknya pasti akan melakukan penertiban. Terlebih saat ini DPRD Provinsi Banten sedang membahas rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang perubahan atas perda nomor 4 tahun 2004 tentang pengelolaan zakat. 

“Itu (untuk penertiban) kita belum punya keberanian moral. Tetapi suatu saat apalagi perda sudah lahir dan mengamanatkan demikian, kita tidak menutup kemungkinan bisa kerja sama (dengan aparat penegak hukum),” ungkapnya. 

Lebih lanjut dipaparkan Sybli, untuk saat ini fokusnya adalah lebih kepada bagaimana untuk mengoptimalkan pengumpulan zakat. Sebab, untuk 2020 saja dari target yang ditetapkan sebesar Rp20 miliar hanya terkumpul Rp18,7 miliar. 

“Di Ramadan ini kita mendatangi tokoh dan muzaki yang dianggap pengusaha dan sebagainya. Alhamdulillah mereka ada pemasukan zakat,” tuturnya.   

Baca juga

Baznas Pandeglang Pungut 2,5 Persen Gaji ASN untuk Zakat Fitrah

Diungkapkannya, zakat yang terkumpul selanjutnya disalurkan kepada mereka yang berhak. Secara umum, disalurkan melalui lima program yaitu di bidang pendidikan, ekonomi, dakwah, kesehatan dan kemanusiaan. “Kami juga sedang gencar sosialisasi, menanamkan jika zakat seperti itu puasa, menjadi suatu kebutuhan. Kalau tidak puasa itu seperti ada sesuatu yang tertinggal,” ujarnya. (dewa/rahmat)

 

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp