DaerahPendidikan
Trending

Ingin Bisa Menulis Puisi? Coba Pakai 3 Cara Ini

SERANG, BANTEN RAYA – Penyair Banten Rahmat Heldy HS membagikan kiat bagaimana agar mudah membuat puisi. Cara ini sangat cocok bagi orang yang baru akan memulai menulis puisi.

Menurut Rahel, sapaan akrab Rahmat Heldy, setidaknya ada tiga teknik menulis puisi yang bisa dipraktikkan oleh para penulis pemula saat akan membuat puisi. Ketiga teknik itu ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam acara Workshop Seni Budaya yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang di salah satu hotel di Kota Serang, Selasa (23/3/2021).

Teknik pertama adalah copy the master. Teknik copy the master adalah teknik “meniru” puisi orang lain. Caranya adalah memilih satu puisi lalu menghapus larik genap (larik kedua, keempat dan seterusnya) yang ada pada puisi itu, tanpa menghapus judul dan larik ganjil pada puisi itu. Setelah larik genap dihapus, maka diisi dengan menggunakan kata-kata yang dibuat sendiri.

Bila semua larik yang semula dikosongkan terisi dengan kata-kata pilihan sendiri, selanjutnya menghilangkan larik ganjil (termasuk judul puisi) dan mengisinya dengan kata-kata sendiri. “Usahakan kata-kata yang dibuat tidak menyerupai puisi aslinya karena nanti akan dianggap plagiat,” ujar Rahel.

Teknik kedua adalah teknik sumbang kata. Teknik ini cocok digunakan oleh guru atau pengajar. Caranya, guru meminta setiap siswa memilih dan menyumbangkan satu kata dan dikumpulkan. Dari kata-kata yang sudah dikumpulkan lalu disusun menjadi puisi. Kata-kata yang terkumpul bisa ditambahi atau dikurangi sehingga membuat bangunan puisi utuh.

“Penambahannya bisa dengan kata kerja, kata benda, kata sifat, dan lain sebagainya sesuai kebutuhan,” kata Rahel.

Teknik ketiga adalah menulis puisi dengan melihat objek gambar atau foto. Dengan memilih satu foto, biasanya yang memiliki keindahan, penulis mencoba menggambarkan suasana dalam foto itu dalam bentuk puisi. Namun Rahel mengingatkan ketiga teknik ini hanya merupakan cara untuk bisa memulai membuat puisi. Bagi yang sudah biasa atau mahir sudah tidak lagi memerlukan teknik semacam ini. (tohir)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp