DaerahKesehatanPemprov Banten
Trending

Insentif Nakes Penanganan Covid-19 di RSUD Banten Diutang 5 Bulan

SERANG, BANTEN RAYA- Tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Banten mempertanyakan kejelasan pembayaran insentif penanganan Covid-19. Sebab, mereka belum juga menerima dana tersebut terhitung sejak Oktober 2020 hingga Februari 2021.

Salah seorang nakes Covid-19 di RSUD Banten yang enggan disebutkan namanya mengatakan, dirinya bersama rekan-rekannya sesama nakes penanganan Covid-19 di RSUD Banten heran mengapa haknya berupa insentif belum juga diberikan. Bahkan belum ada pembayaran sama sekali sejak Oktober 2020 hingga Februari 2021. “Iya begitu (belum cair sejak Oktober 2020),” ujarnya saat dihubungi wartawan, Rabu (17/3/2021).

Ia menjelaskan, dirinya sempat mendapat kabar bahwa insentif akan dicairkan pada Februari setelah sebelumnya dilakukan pendataan pada akhir Januari. Meski demikian, data tersebut ditolak oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Kita kan ada dua (bagian, nakes perawatan Covid-19) sama yang non covid. Sudah gitu yang non covid pada ingin dapat. Dimasukin biar dapat, saya lihat datanya pada dapat semua. Ditolak karena yang enggak ikut (nakes non Covid-19) kenapa dapat,” katanya. 

Setelah kejadian tersebut, kata dia, pendataan kembali diulang, namun hingga kini belum ada kabar lebih lanjut kapan insentif itu akan cair. Bahkan, dari informasi yang diterimanya, insentif justru tidak akan dibayar sepenuhnya.

“Jadinya diubah lagi dan sampai sekarang belum ada kepastian juga. Akhirnya kita yang terbengkalai. Dengar-dengar (yang akan dibayar) dua sampai tiga bulan doang,” ungkapnya. 

Ia mengaku, tak habis pikir mengapa insentif nakes Covid-19 di RSUD Banten bisa ditunggak. Sebab, dari perbincangannya dengan nakes penanganan Covid-19 di RSUD lainnya di Kota Serang seperti RSUD Kota Serang dan RS Dradjat Prawiranegara, pembayarannya lancar-lancar saja.

“Katanya sudah mereka mah. Mereka mah lancar dibayar sih tapi mungkin mereka ada kriterianya. Mereka enggak (dibayar) full (penuh) karena ruang isolasinya terbatas. Kita karena khusus satu gedung untuk covid jadi full Rp7,5 juta (per bulan untuk nakes perawat),” tuturnya. 

Keluhan nakes di RSUD Banten tak berhenti sampai di situ, diungkapkannya, saat ini mereka juga telah mendapat pengurangan jatah alat perlindungan diri (APD). Dia mencontohkan, dari enam nakes yang bertugas per shift-nya, jatah masker N95 yang diberikan hanya tiga.

“Sepatu bot sekarang sudah tidak diadakan lagi. Masker N95 dari enam orang yang jaga cuma dikasih 3. Kita kaya biayai diri sendiri, modal sendiri,” ujarnya. 

Meski demikian, dengan kondisi tersebut nakes penanganan Covid-19 di RSUD masih tetap menjalankan tugas-tugasnya dengan penuh tanggung jawab. “Pasien sekarang enggak kayak dulu, kalau sekarang enggak lebih dari 40,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti belum bisa dimintai keterangannya. Yang bersangkutan tak merespon upaya konfirmasi yang dilayangkan wartawan. (dewa/rahmat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp