DaerahKota Cilegon
Trending

10 Bulan Tak Digaji, Karyawan PT Artas  Ngadu ke Walikota Cilegon

CILEGON, BANTEN RAYA- Belasan karyawan PT Artas Energi Petrogas mendatangi ke Walikota Cilegon Helldy Agustian, Senin (29/3/2021). Kedatangan para buruh swasta tersebut untuk mengadu lantaran mereka sudah tidak digaji selama 10 bulan

Pantauan Banten Raya, sebelum diterima di Ruang Walikota Cilegon, belasan karyawan tersebut menyampaikan aspirasinya di Halaman Kantor Walikota Cilegon.

Koordinator Aksi Chiko Akbar Sobari mengatakan, kedatangannya ke Kantor Walikota Cilegon untuk menyampaikan aspirasi para karyawan PT Artas Energi Petrogas yang tidak digaji selama 10 bulan terakhir. Saat ini, para karyawan juga tidak mendapatkan status resmi. Apakah memang telah dilakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) ataupun masih menjadi karyawan PT Artas. Karyawan yang tidak digaji tersebut jumlahnya sekitar 120 orang.

“Kedatangan ke Walikota Cilegon mau curhat ke Pak Wali, bahwa di Cilegon ada perusahaan yang bandel. Sekitar 120 orang karyawannya tidak digaji selama 10 bulan terakhir,” kata Chiko ditemui di Kantor Walikota Cilegon. 

Menurut Chiko, pihaknya juga sebelumnya telah melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Cilegon dan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI). 

“Selain tidak digaji, THR (tunjangan hari raya) 2020, premi BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan tidak pernah dibayarkan. Status karyawan digantung, dipekerjakan tidak, di-PHK juga tidak,” terangnya. 

Kata Chiko, manajemen perusahaan yang bergerak di bidang produksi pipa tersebut juga tidak pro aktif. Ketika karyawan ingi menemui selalu dipersulit. 

“Terakhir kita kerja bulan Agustus 2020, kalau kita tidak digaji sekitar (sejak) Mei 2020. Kita tidak bekerja karena perusahaan tidak lagi berproduksi,” ujarnya. 

Karyawan yang tidak digaji, kata Chiko, hampir di semua bagian. Baik operator di lapangan maupun yang ada di bagian administrasi kantor. 

“Kami tuntutannya minta kejelasan status, kalaupun di-PHK kan kita bisa nyairin BPJS Ketenagakerjaan. Hak-hak kami harus dipenuhi ketika di PHK. Jangan digantung seperti saat ini,” pintanya. 

Di tempat yang sama, Walikota Cilegon Helldy Agustian mengaku akan memertemukan para karyawan dengan manajamen perusahaan dengan melibatkan Disnaker Kota Cilegon. 

“Kita akan mediasi dulu, nanti kami panggil Disnaker dan manajemen perusahaan,” tuturnya. (gillang)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp