DaerahKota Cilegon
Trending

Ada Larangan Mudik, PO Sinar Jaya Cuma Angkut Satu Penumpang dari Merak ke Yogyakarta

CILEGON, BANTEN RAYA- Kebijakan larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah, berdampak pada sepinya penumpang bus antarkota antarprovinsi (AKAP). Bahkan Perusahaan otobus (PO) Sinar Jaya jurusan Merak-Yogyakarta yang hanya mengangkut satu penumpang.

Pantauan Banten Rata, pelayanan bus AKAP seperti di Terminal Terpadu Merak tetap tersedia, meski harus menyertakan syarat perjalanan di masa pandemi Covid-19. Belasan bus tujuan ke berbagai kota di Pulau Jawa seperti, ke Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Solo, Surabaya, terlihat masih beroperasi. 

Bus yang masih beroperasi di masa larangan mudik tersebut, juga tertera stiker khusus yang disertai kode batang atau barcode. Di sana bertuliskan ‘Angkutan AKAP Terbatas Tahun 2021 dalam Rangka Percepatan Penanganan Virus Korona’. 

Pengurus PO Sinar Jaya Perwakilan Merak, Tubagus Entik mengatakan, akibat kebijakan larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah sejak 6 Mei lalu, penumpang bus turun drastis. Bahkan satu bus yang berkapasitas sekitar 30 sampai 40 penumpang hanya diisi satu penumpang saja. 

“Kemarin ada pemberangkatan Sinar Jaya dari Merak ke Yogyakarta, hanya bawa satu penumpang saja. Kami antarkan sampai Yogyakarta. Kami komitmen melayani meski hanya satu penumpang,” kata Entik ditemui di Terminal Terpadu Merak, kemarin. 

Entik menjelaskan, harga tiket satu orang dari Merak ke Yogyakarta Rp500 ribu. Penumpang juga diwajibkan mengikuti tes GeNose Covid-19 dan membawa surat perjalanan. 

“Bus kami yang beroperasi semua resmi, berstiker khusus dari Kementerian Perhubungan,” ujarnya.

Akibat langkanya penumpang, kata dia, perusahaan harus menanggung risiko kerugian operasional. Namun, pelayanan kepada penumpang tidak berkurang. 

“Uang jalan ke sopir tetap full, honor sopir juga full untuk satu PP (pulang pergi-red). Kalau kerugian, itu urusan perusahaan, kami di lapangan hanya berupaya mencari penumpang. Sedangkan sopir melayani mengantarkan penumpang,” ungkapnya.

Dipaparkan Entik, pada masa mudik Lebaran sebelum adanya virus korona, dalam satu hari Ia bisa memberangkatkan sekitar 10 sampai 20 unit bus. Namun, saat ini hanya empat sampai lima bus saja yang diberangkatkan. Itu pun penumpangnya dapat dihitung dengan jari. 

“Ke Yogyakarta satu penumpang kami berangkatkan satu bus, ke Pekalongan tiga penumpang kami berangkatkan satu bus, seperti dicarter,” cetusnya.

Salah satu pengemudi Bus PO Sinar Jaya, Cokro mengatakan, bus yang dikemudikannya hanya mengangkut tiga orang penumpang saja dari Merak menuju Pekalongan, Jawa Tengah. Hal itu, membuat perusahaan merugi.

“Saya hanya mengangkut tiga penumpang dari Merak ke Pekalongan, tetapi harus kami antarkan ke tempat tujuan. Uang jalan kami tetap full, dan honor kami tetap dibayarkan oleh perusahaan. Tetapi, kalau isinya hanya tiga penumpang, tentu perusahaan akan merugi,” kata Cokro ditemui di Terminal Seruni Kota Cilegon, Senin (10/5/2021).

Cokro menuturkan, meski mudik diperbolehkan bagi yang memunyai syarat tertentu, penumpang tetap saja sepi. Di musim mudik Lebaran, biasanya dalam sepekan Ia bisa tiga sampai lima kali pulang pergi Merak-Pekalongan. Pada musim mudik kali ini baru satu kali pulang pergi Merak-Pekalongan. 

BACA JUGA: Coba Kelabui Petugas di Pelabuhan Merak, Dua Pemudik Sembunyi di Bak Mobil Ditutup Terpal

“Biasanya kalau musim mudik, sepekan bisa 3 sampai 5 PP, ini sepekan baru 1 PP. Tentu, berimbas pada honor kami, karena honor kami hitungannya per PP,” ucapnya. 

Ia berharap, setelah 17 Mei 2021 atau selepas masa peniadaan mudik, pemerintah bisa melonggarkan aktivitas warga. Agar pekerja di bidang transportasi seperti dirinya bisa kembali memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. 

“Harapan kami, setelah 17 Mei mendatang sudah tidak ada lagi larangan-larangan bepergian,” harapnya. (gillang)

 

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp