DaerahEkonomi & BisnisKota Cilegon
Trending

ASDP Merak Klaim Pelayanan Dermaga Eksekutif Sesuai SPM, Dugaan Monopoli Dinilai Tidak Tepat

CILEGON, BANTEN RAYA – PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Merak mengklaim, pelayanan di Dermaga Eksekitif Pelabuhan Merak telah sesuai Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 62 Tahun 2019 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Angkutan Penyeberangan. Dugaan adanya monopoli di Dermaga IV Pelabuhan Merak itu dinilai tidak tepat. 

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Hasan Lessy mengatakan, Kapal Ferry Ekspres yang beroperasi di Dermaga Eksekutif atau Dermaga VI Pelabuhan Merak pelayanannya telah sesuai yang dipersyaratkan oleh regulator. Itu antara lain ketepatan dan kecepatan pemenuhan waktu berlayar. 

Kapal ferry Ekspres minimal berkecepatan 15 Knot serta dilengkapi berbagai fasilitas dan pelayanan yang lebih dari apa yang di persyaratkan untuk kapal ferry yang beroperasi di dermaga reguler.

Hasan menjelaskan, keberadaan dermaga eksekutif adalah langkah korporasi PT ASDP Indonesia Ferry dalam meningkatkan pelayanan bagi pengguna jasa.

“kami di Cabang Merak melaksanakan langkah korporasi tersebut sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIII Banten Endi Suprasetyo mengatakan, pelayanan di dermaga eksekutif saat ini sudah cukup baik. Standar pelayanan minimum sudah dijalankan. 

“Kami juga mengawasi terus, kadang saya iseng-iseng naik kapal, saya cek ada AC mati terus kami sampaikan untuk segera diperbaiki,” kata Endi.

Endi mengaku, secara periodik pihaknya juga melakukan pemeriksaan kapal. Terkait persaingan usaha, sebenarnya sudah ada sejak lama. 

“Cuma kami belum tau kalau ada laporan ke Komisi Pengawasan Persaingan Usaha,” terangnya.

Endi mengatakan, pada dasarnya saat ini pelayanan sudah sesuai SPM. “Kalau soal perizinan bukan di BPTD, tapi di pusat,” tuturnya. 

Diberitakan sebelumnya, Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danai dan Penyebarangan (Gapasdap) berencana melaporkan PT ASDP Indonesia Ferry ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Hal itu dilakukan lantaran adanya dugaan monopoli layanan dermaga eksekutif di Pelabuhan Merak dan Bakauheni yaitu Dermaga VI. (gillang)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp