DaerahEkonomi & BisnisKota Cilegon
Trending

Bakal Sepi Penumpang dan Terancam Merugi, Gapasdap Minta Larangan Mudik Dikaji Ulang

CILEGON, BANTEN RAYA- Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Cabang Merak meminta agar larangan mudik Lebaran 2021 yang dikeluarkan pemerintah untuk dikaji ulang. Sebab, kebijakan tersebut dinilai akan membuat pengusaha kapal penyeberangan terdampak dengan menurunnya okupansi penumpang. 

Ketua Dewan DPC Gapasdap Merak Togar Napitupulu mengaku, keberatan dengan adanya larangan mudik Lebaran 2021. Pihaknya berharap agar mudik Lebaran 2021 tetap diperbolehkan, namun protokol kesehatan (prokes) secara ketat diberlakukan. 

“Kami berharap pemerintah mengkaji ulang larangan mudik Lebaran 2021. Kami akan menyurati pemerintah,” kata Togar kepada Banten Raya, Rabu (31/3/2021). 

Dikatakan Togar, pihaknya berharap pemerintah bisa membuat aturan prokes ketat untuk para pemudik. Ia juga mencontohkan seperti halnya pengguna pesawat yang harus melakukan rapid tes antigen jika ingin terbang. Hal itu juga bisa dilakukan bagi para pemudik yang menyeberang melalui kapal. 

“Apalagi, saat ini vaksinasi sudah berjalan bagi sebagaian orang. Kami berharap perekonomian juga bisa berjalan,” katanya. 

Jika Lebaran 2021 tetap dilarang mudik, kata Togar, para pengusaha kapal penyeberangan maupun pengusaha moda transportasi lain bakal merugi. Sebab, Lebaran merupakan momen yang ditunggu para pelaku usaha transportasi baik laut maupun darat. 

“Kami tetap mendukung pemerintah dalam mencegah penyebaran virus korona, tetapi roda perekonomian juga tetap berjalan,” tuturnya. 

Jika yang diperbolehkan menyeberang hanya kendaraan logistik saja, lanjut Togar, maka akan terjadi penurunan okupansi muatan kapal mencapai sekitar 60 persen. Data tersebut, mengacu pada musim mudik Lebaran 2020 lalu. 

“Artinya pendapatan kita turun drastis. Roda dua, mobil pribadi, bus, pejalan kaki penurunan bisa sampai 100 persen, tersisa truk dan angkutan barang lainnya,” jelasnya. (gillang)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp