DaerahHukum & KriminalKota Cilegon
Trending

Berkedok Pengobatan Tradisional, Pria di Cilegon Mencoba Cabuli Adik Ipar

CILEGON, BANTEN RAYA – Polsek Pulomerak mengamankan salah satu warga Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, yang memunyai Kartu Tanda Penduduk (KTP) Provinsi Lampung. Pria berinisial AN (36), diamankan lantaran dilaporkan hendak melakukan tindakan pencabulan terhadap gadis berusia 14 tahun.

Berdasarkan informasi, AN yang mengaku bisa melakulan pengobatan tradisional, hendak melakukan praktik pengobatan tradisional kepada Bunga (nama samaran). Bunga sendiri tak lain adalah adik ipar AN.

Perbuatan bejat AN dikuak setelah Bunga keluar dari rumah yang ditempati AN di salah satu kelurahan di Kecamatan Grogol, Kota Cilegon Jumat (15/1/2021) sekitar pukul 01.30 WIB.

Saat itu, Bunga lari keluar rumah AN dengan tak memakai baju alias telanjang. Warga pun yang kebetulan melintas di sekitar PT Polytech Indo Hausen melihat Bunga tak berpakaian kemudian menanyakannya. Bunga menceritakan kejadian tak mengenakan yang hampir menimpa dirinya kepada satpam di perusahaan tersebut. Kemudian, sang satpam meminta agar Bunga memakai pakaian dan mengantarkan ke Mapolsek Pulomerak untuk membuat laporan atas kejadian tersebut. 

Kapolsek Pulomerak Kompol Rifki Seftirian mengatakan, pihaknya menerima informasi dari seorang satpam bahwa ada gadis perempuan lari tanpa menggunakan busana di Kawasan PT Polytech Indo Hausen, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol.

“Anak itu ditolong oleh satpam lalu dibawa ke Polsek untuk diamankan dan cari keterangan. Kemudian tadi siang kita amankan yang diduga pelaku untuk dimintai keterangan,” katanya. 

Rifki menuturkan, korban mengaku mendapat perlakuan yang mengarah ke pelecehan seksual setelah dimandikan dengan air kembang saat menjalani pengobatan tradisional. Beruntung korban dapat melarikan diri dari pelaku karena melakukan sedikit perlawanan dengan cara menggigit tangan pelaku. 

“Baru mau (tindakan pencabulan-red), berdasarkan keterangan si korban bahwa dia (korban-red) sempat ditimpa sama badannya, terus informasi dari korban dia sempat dicekik juga. Tapi si korban ini melawan dengan cara menggigit tangan,” katanya.

Menurut keterangan korban, kata Rifki, pelaku sudah tiga kali melakukan pengobatan alternatif kepada korban. Namun pengobatan yang pertama dan kedua tidak sampai terjadi tindakan yang mengarah pada pelecehan seksual. “Karena korbannya masih di bawah umur, maka kasusnya kita limpahkan ke Unit PPA Satreskrim Polres Cilegon,” tutupnya. (gillang)

 

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp