DaerahEkonomi & BisnisKota Cilegon
Trending

Betulan Layak atau Tidak, DPR RI Minta Pemkot Cilegon Catat Semua Pengguna Gas 3 Kg

CILEGON, BANTEN RAYA- Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) meminta Pemkot Cilegon melakukan pendataan terhadap pengguna elpiji 3 kilogram (kg) atau gas melon. Pencatatan pengguna gas melon tersebut dilakukan sebagai upaya memastikan agar gas bersubsidi untuk rakyat miskin tepat sasaran. 

Wakil Ketua BAKN DPR RI I Gusti Agung Rai Wirajaya mengatakan, pihaknya mendatangi Kota Cilegon dalam rangka memastikan subsidi energi tepat sasaran. Dalam pertemuan dengan perwakilan Pemkot Cilegon, pihaknya mencatat adanya beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Pemkot Cilegon. 

“Kami meminta agar Pemkot Cilegon mencatat penjualan gas melon bahkan sampai ke konsumen,” kata Rai Wirajaya di Hotel Royal Krakatau Cilegon, Senin (25/1/2021).  

Related Articles

Politisi PDI-P itu menuturkan, saat ini Pemkot Cilegon sudah memunyai data pengecer gas melon. Data itu sangat penting untuk mengetahui tepat atau tidaknya distribusi gas melon sampai masyarakat miskin. 

“Kami minta by name by address untuk konsumen gas bersubsidi. Jangan sampai orang kaya menikmati gas bersubsidi,” katanya. 

Selain distribusi gas melon, Rai Wirajaya juga meminta kelengkapan data konsumen energi subsidi lainnya yaitu lisrtik dan bahan bakat minyak (BBM). Agar, subsisi energi yang digelontorkan pemerintah pusat dengan biaya ratusan triliun bisa benar-benar dinikmati warga miskin. 

“Kami juga minta pencatatan penerima subsidi energi dalam hal ini, subsidi listrik dan BBM,” pinta politisi asal Bali ini. 

Pendataan subsidi energi dimaksud agar ada sinkronisasi data antara pemerintah pusat dan daerah untuk kebutuhan subsidi energi. Saat ini, kelangkaan gas melon atau BBM bersubsidi, bisa jadi lantaran data kebutuhan subsidi energi antara pemerintah pusat dan daerah berbeda. 

“Bisa jadi kelangkaan gas melon atau BBM karena data yang tidak tepat, jadi distribusinya tidak sesuai,” ungkap Rai Wirajaya.

Kota Cilegon dipilih sebagai salah satu sampel dari 12 kota dan kabupaten yang telah didatangi BAKN DPR-RI. Dipilihnya Cilegon, kata Rai, lantaran di Cilegon banyak industri besar salah satunya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Krakatau Steel (KS). 

“Apakah perusahaan besar di Cilegon berdampak bagi lingkungan? Itu juga kami lihat. Tapi, Cilegon lebih baik dari beberapa daerah lain yang sudah kami datangi, karena data sampai tingkat pengecer, sementara daerah lain ada yang baru sampai tingkat agen,” katanya.  

Asisten Daerah (Asda) II Setda Kota Cilegon  Tb Dikrie Maulawardhana yang menyambut kedatangan rombonhan BAKN DPR-RI mengatakan, rantai distribusi gas melon sudah didata oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon. Bahkan, pihaknya sudah memunyai data terbaru hingga ke tingkat pengecer. Terkait dengan data konsumen, pihaknya akan berupaya melakukan pendataan. 

“Data kami sudah update, kami harap juga bisa disinkronkan dengan data pusat untuk kebutuhan gas melon. Sementara, untuk harga kami hanya bisa mengawasi sampai ke pengecer, kalau sampai ke konsumen kita juga tidak bisa mengawasi. Pangkalan dan pengecer bisa kita awasi, tapi dari pengecer ke konsumen juga tidak ditetapkan HET (harga eceran tertinggi), HET saat ini kan baru sampai pengecer bukan ke konsumen, harusnya HET ditetapkan sampai konsumen,” kata Mantan Kepala Disperindag Kota Cilegon ini. (gillang)

 

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp