DaerahKota Cilegon
Trending

BKP dan KSKP Gagalkan Penyelundupan Puluhan Burung dari Sumatera ke Jawa, Modusnya Dimasukan ke Dus Buah

CILEGON, BANTEN RAYA- Balai Karantina Pertanian (BKP) Cilegon dan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Merak berhasil menggagalkan penyelundupan 53 ekor burung asal Jambi, Rabu (17/2/2021). Puluhan burung itu kemudian ditahan karena tidak dilengkapi dengan dokumen kesehatan dari daerah asal. 

Pejabat fungsional Karantina Hewan pada BKP Cilegon Adi Prasetyo mengatakan, penggagalan penyelundupan burung kicau itu bermula dari informasi Tim Kolaborasi dan Sinergitas BKP Cilegon dan Lampung yang diperoleh bahwa ada bus yang diduga mengangkut burung. Setelah melakukan pengintaian, BKP Cilegon yang dibantu KSKP Merak akhirnya memberhentikan bus yang dicurigai tersebut di area Dermaga Pelabuhan Merak.

“Kami dapat informasi ada bus yang bawa burung tanpa dokumen. Berkat informasi yang akurat dan hasil sinergi dan kolaborasi dengan KSKP Merak, burung-burung tanpa dokumen berhasil kami temukan,” kata Adi. 

Selanjutnya burung diamankan ke Kantor BKP Cilegon dan akan dilakukan pengujian laboratorium terhadap penyakit Avian Influenza. Hasil dari penghitungan, didapatkan ada 53 ekor burung, dengan rincian 32 ekor burung ciblek, 9 ekor burung gelatik batu, 10 ekor burung kepodang dan 2 ekor ayam kampung.

“Modus yang digunakan, burung dan ayam dimasukkan ke dalam kardus atau keranjang buah dan diletakkan di toilet penumpang. Total burung yang berhasil ditemukan sejumlah 51 ekor yang terbagi dalam 4 kardus dan ada 2 ekor ayam milik sopir bus,” paparnya.

Lebih lanjut, kata Adi, sopir beserta kernet dimintai keterangan lebih lanjut oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BKP Cilegon. Menurut sang sopir, burung-burung tersebut merupakan barang paketan yang rencananya akan diserahkan kepada penerima di terminal Tirtonadi, Solo.

“Pemasukan burung tanpa disertai dokumen yang dipersyaratkan tersebut telah melanggar ketentuan pasal 35 ayat 1 dan 3 UU 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Di mana pengiriman hewan yakni harus melengkapi sertifikat kesehatan dari daerah asal,” kata Adi.

Adi menambahkan, selanjutnya apabila mengacu pada pasal 88 tertera bahwa setiap orang yang melanggar ketentuan dalam pasal 35 tersebut, dapat dipidana penjara paling lama 2 tahun dan pidana denda paling banyak Rp2 miliar.

Sementara itu, Kepala BKP Cilegon Arum Kusnila Dewi mengimbau, kepada pengguna jasa karantina agar mematuhi prosedur dengan melengkapi dokumen persyaratan dan melaporkan kepada pejabat karantina. Hal itu sebagai tindakan karantina, pengawasan dan atau pengendalian. Pihaknya akan terus meningkatkan koordinasi dan sinergi dengan instansi di Pelabuhan Merak dan daerah asal terkait pengawasan media pembawa wajib karantina.

“Burung tersebut akan segera diserahkan ke BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) dan dikembalikan ke habitat alaminya. Kita harapkan kolaborasi dan sinerginitas antar instansi di Pelayanan Perkarantinaan dan Pelabuhan Merak terus meningkat dan intensif untuk melindungi sumber daya alam hayati,” ujar Arum. (gillang)

 

 

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp