DaerahHukum & KriminalKota Cilegon
Trending

Dapat Rp200 Ribu untuk Sekali Short Time, Bunda Sherly Mucikari di Cilegon Raup Jutaan Rupiah Per Hari

CILEGON, BANTEN RAYA- Bisnis prostitusi atau sering dikenal istilah lendir cukup menggiurkan untuk sebagian kalangan, khususnya para mucikari atau biasa disapa mami. 

Hal itu juga yang dilakukan AT (36) yang di kalangan hidung belang dikenal dengan sebutan Bunda Sherly. Mucikari asal Cilegon yang diamankan Kepolisian Sektor (Polsek) Pulomerak, Minggu (23/5/2021). Dalam setiap transaksi, Bunda Sherly mematok harga Rp1 juta untuk short time atau sekali main. Dari tarif itu, Bunda Sherly mendapatkan keuntungan bersih Rp200 ribu. 

Seperti diketahui, pada Selasa (25/5/2021), Polsek Pulomerak merilis kasus kejahatan prostitusi online, dimana pihak kepolisian membekuk mucikari AT atau Sherly dengan barang bukti satu unit handphone, satu unit kendaraan roda dua, uang Rp1 juta, bukti chat WhatsApp (WA) serta surat berharga kendaraan bermotor. 

Bunda Sherly mengaku, kegiatan sebagai germo sudah dilakukan sejak dua tahun lalu. Dirinya mendapatkan untung dari order yang dilakukan para pria hidung belang. 

“Tarifnya itu Rp1 juta untuk anak-anak yang dipesan. Sudah berjalan selama 2 tahun. Saya cuma ambil Rp200 ribu untuk sekalai short time, itu sudah bersih ke saya,” jelasnya saat dimintai keterangan wartawan dalam ekspose di Mapolsek Pulomerak, Selasa (25/5/2021). 

Bunda Sherly menjelaskan, ada 4 orang tuna susila yang biasanya ditawarkan kepada pelanggan. “Ada 4 orang yang ditawarkan,” imbuhnya. 

BACA JUGA: Begini Isi Chat WA Bunda Sherly, Mucikari Prostitusi Online di Cilegon Saat Diminta Kupu-kupu Malam

Sementara itu, Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono menyampaikan, jika modus protitusi atau perdagangan manusia terbongkar usai petugas melakukan penyemaran sebagai konsumen. 

“Awalnya itu laporan yang kami tindak lanjuti. Kemudian salah satu anggota melakukan jebakan dengan memesan kepada pelaku. Setelah mendapatkan bukti, pihak kepolisian bergerak cepat dengan mengamankan kurang lebih 6 saksi dan pelaku di salah satu hotel,” ungkapnya. 

Sigit menjelaskan, pelaku dijerat pasal berlapis, yaitu Undang-undang (UU) Nomor 21/2017 tentang Tindak Pidana Pemberantasan Perdagangan Orang dan KUHP Pidana Pasal 29.

“Pidana penjara paling singkat 3 tahun paling lama 15 tahun, denda paling sedikit Rp120 juta dan paling banyak Rp600 juta,” imbuhnya. (uri) 

Related Articles

Back to top button