DaerahKota Cilegon

Di Cilegon, Nekat Gelar Pesta Tahun Baru Siap-siap Dipenjara

CILEGON, BANTEN RAYA –  Pemkot Cilegon melarang warganya merayakan malam pergantian tahun dari 2020 ke 2021. Larangan tersebut telah tertuang dalam Surat Edaran (SE) Walikota Cilegon 360/2289/BPBD tentang Larangan Penyelenggaraan Perayaan Pergantian Tahun Baru di Kota Cilegon. 

Informasi yang dihimpun Banten Raya, SE tersebut ditandatangani Walikota Cilegon Edi Ariadi pada 16 Desember 2020. Larangan tersebut mengacu pada Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Kemudian Perwal Kota Cilegon Nomor 40 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penerapan Hukun Protokol Kesehatan Dalam Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. 

Kemudian juga Perwal Kota Cilegon Nomor 51 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. Surat edaran tersebut ditujukan kepada pengelola hotel, pengelola pusat perbelanjaan, pengelola restoran, cafe, tempat hiburan dan seluruh masyarakat Kota Cilegon.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika Sandi dan Statistik (Diskominfo) Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade mengatakan, aturan tersebut diterbitkan lantaran tingkat penyebaran Covid-19 di Kota Cilegon masih cukup tinggi. Saat ini, Cilegon juga masih menjadi zona oranye penyebaran virus korona.

“Larangan perayaan pergantian malam tahun baru karena risiko penyeberan Covid-19 di Kota Cilegon masih tinggi. Ini antisipasi yang dilakukan pemerintah agar penyebaran tidak semakin banyak,” ujarnya dihubungi Banten Raya, Rabu (16/12/2020) malam. 

Perayaan pesta pergantian malam tahun baru, kata Aziz, berpotensi menimbulkan kerumunan dan berisiko menularkan virus korona. Pihaknya juga meminta kepada seluruh pelaku usaha, dan warga masyarakat mematuhi aturan tersebut. “Aturan ini sudah mulai kita sosialisasikan ke pelaku usaha dan selurug elemen masyarakat,” katanya. 

Aziz menegaskan, pihaknya akan melakukan pengawasan terhadap tempat-tempat usaha dan elemen masyarakat. Jika ditemukan tentu akan dikenakan sanksi. Sanksi bisa sampai ranah pidana jika memang terbukti ada pelanggaran yang dilakukan oleh tempat usaha maupun masyarakat. 

“Kita menegakkan perwal, sementara petugas kepolisian juga menegakkan undang-undang. Sanksi tentu bisa sampai pidana untuk yang melanggar undang-undang, namun untuk penegakkan hukum ada di ranah kepolisian,” ungkapnya. 

Ia menambahkan, larangan perayaràan pergatian tahun baru 2021 berlaku di tempat dalam maupun luar ruangan. “Kita dari Satgas Covid-19, Pemkot Cilegon, TNI dan Polri akan melakukan pengawasan,” tuturnya. (gillang)

Related Articles

One Comment

  1. Kenapa merayakan tahun baru gk d perboleh kan dengan alasan protokol kesehatan tpi kenapa pembukaan transmaret di resmikan itu jga,kan jlas mengganggu protokol kesehatan apa pembukaan transmaret karena ada duit y jdi lupa dari segala hal klo merayakan tahun baru gk ada pemasukan jdi keluarlah larangan mantap……mantap……mantap…

Back to top button
× Chat Via WhatsApp
%d blogger menyukai ini: