Kota Cilegon
Trending

Dilengserkan dari Kursi Ketua DPRD Cilegon, Endang Diyakini Tak Bakal Tinggal Diam

CILEGON, BANTEN RAYA – Endang Efendi diprediksi bakal melakukan perlawanan terhadap pengajuan pencopotannya sebagai Ketua DPRD Kota Cilegon. Terlebih jika dia menganggap dirinya tidak melakukan kesalahan aturan organisasi.

Pengamat politik yang juga Koordinator Presidium Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Provinsi Banten Syaeful Bahri menjelaskan, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Golkar Kota Cilegon harus mampu membuktikan bentuk pelanggaran organisasi yang dilakukan Endang secara langsung, sehingga itu bisa menjadi dasar yang kuat melakukan pencopotan.

Jika tidak, maka ketua DPRD definitif akan menggunakan hak sanggah atau hak klarifikasi sebagai kader golkar.
“Kalau saya memaknainya kaitan dengan hak Endang sebagai kader. Apalagi sebagai kader tentu dia punya hak sanggah atau hak klarifikasi. Pencopotan ini perlu pembuktian kesalahan Endang,” katanya kepada Banten Raya, Kamis (21/1/2021).

Kesalahan tersebut, imbuh Ipul panggilan akrab Syaeful Bahri, misalnya Endang secara nyata tidak mendukung hasil rekomendasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar yang mengusung Ratu Ati Marliati-Sokhidin pada pilkada 2020 lau. Baik itu berupa omongan atau sikap politik, itu tentu harus dibuktikan.

“DPD Golkar Kota Cilegon harus membuktikan ke DPP, alat bukti yang nyata. Jika bisa membuktikan, maka Endang harus menerima itu (pencopotan-red) jika ada bukti. Jika tidak maka Endang akan menggunakan haknya untuk menyanggah dan menanyakan buktinya,” paparnya. (uri)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp