DaerahKota Cilegon
Trending

Dipatok Rp100 Ribu, Sopir Losbak Diberi Surat Rapid Antigen Palsu di Pelabuhan Merak

CILEGON, BANTEN RAYA- Seorang sopir angkutan barang atau losbak bernama Mulyadi (48) warga Tulang Bawang, Lampung menjadi korban praktik penjualan hasil rapid tes antigen palsu. Mulyadi saat itu hendak menyeberang dari Pelabuhan Merak ke Bakauheni, Senin (19/7/2021). 

Berdasarkan pengakuan Mulyadi, dirinya membawa kendaraan losbak bermuatan sofa dari Subang ke Lampung. Ia tiba di Pelabuhan Merak pada Senin (19/7/2021) sekitar pukul 01.00 WIB. Mulyadi membeli tiket penyeberangan ke salah satu agen penyeberangan di Pelabuhan Merak. Selain tiket kapal, Ia juga diberi surat rapid tes antigen. 

Ia menuturkan, dirinya membayar Rp520 ribu kepada salah satu agen penyeberangan. “Rp 420 ribu untuk tiket kapal dan Rp100 ribu surat rapid antigen, total saya bayar ke agen penyeberangan Rp 520 ribu. Tetapi saya tidak tahu kalau surat rapid antigen ternyata palsu,” kata Mulyadi ditemui di Mapolsek KSKP Merak. 

Mulyadi menuturkan, setelah mendapatkan tiket kapal dan surat rapid antigen, ia memasuki Pelabuhan Merak. Namun, saat dilakukan pengecekan oleh petugas kepolisian di Posko PPKM Darurat Pelabuhan Merak, surat rapid antigen tersebut dinyatakan palsu.

BACA JUGA: Penyekatan PPKM Darurat di Pelabuhan Merak Picu Kemacetan Panjang

“Surat rapid antigen saya yang diberi oleh agen penyeberangan ternyata palsu. Lalu, saya dimintai keterangan sama polisi, lalu polisi mengejar penjual rapid antigen palsu tersebut,” kata Mulyadi. 

Saat dikonfirmasi awak media Kepala KSKP Merak AKP Deden Komarudin membenarkan bahwa pihaknya saat ini  telah mengamankan sopir kendaraan muatan barang, yang diduga menggunakan surat keterangan hasil rapid test antigen palsu.

“Sewaktu melakukan penjagaan di penyekatan pintu masuk Pelabuhan Merak, yang diperiksa pertama kali itu surat antigen. Begitu memperlihatkan surat antigen, anggota saya curiga karena stempelnya hasil scan, bukan stempel basah,” katanya.

Deden mengungkapkan, saat diinterogasi petugas, sopir mengaku mendapatkan surat keterangan hasil antigen palsu dari salah seorang pengurus agen penyeberangan berinisial IM.

“Bayar Rp100 ribu untuk mendapatkan surat antigen palsu. Selanjutnya pengurus agen penyeberangan kita amankan juga dan mengakui perbuatannya,” tandasnya.

Saksikan Podcast Meja Redaksi di Banten Raya Channel

Saat ini, kata Deden, pelaku penjualan surat rapid antigen palsu sudah diamankan pada pukul 03.00 WIB. Dua pelaku diamankan yaitu berinisial IM dan RM.

“Terduga pelaku penjualan surat antigen palsu diserahkan ke Satreskrim Polres Cilegon. Semalam ada dua korban sopir truk,” pungkasnya. (gillang)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp