Kota Cilegon
Trending

Dokumen Tak Lengkap, Puluhan Babi di Pelabuhan Merak Dikembalikan ke Jawa Tengah

CILEGON, BANTEN RAYA – Sebanyak 60 ekor babi yang diangkut dengan sebuah truk di Pelabuhan Merak dikembalikan ke Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah setelah diketahui tidak memiliki kelengkapan dokumen pengiriman hewan.

Subkoordinator Karantina Hewan pada Balai Karantina Pertanian Cilegon Wagimin mengatakan, pihaknya terus meningkatkan pengawasan dan melakukan prosedur tindakan karantina sesuai UU 21/2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

 Pejabat karantina akan lakukan pemeriksaan dokumen persyaratan dan fisik dimana pengiriman hewan harus dilengkapi Surat Keterangan kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal, serta hasil uji laboratorium negatif African Swine Fever (ASF) dan Classical Swen Fever (CSF) terhadap babi yang akan dikirim ke Sumatera.

“Jumat (12/2/2021), Karantina Pertanian Cilegon melakukan tindakan karantina penolakan terhadap babi sebanyak 60 ekor yang berasal dari Karanganyar, Jawa Tengah. Babi tersebut tidak dilengkapi hasil tes laboratorium untuk ASF 100%. Kita terbitkan surat perintah dan berita acara penolakan dan kita kawal sampai daerah asalnya ,” kata Wagimin, Sabtu (13/2/2021).

Babi  tersebut, kata Wagimin, ditolak ke Sumatera karena tidak dilengkapi persyaratan karantina sesuai surat edaran Kepala Badan Kepala Badan Karantina Pertanian nomor B-3662/KR.110/K.2/03/2020 terkait mitigasi risiko virus ASF, CSF dan SI (Influenza A) dan PP  82/2000 tentang Karantina Hewan. 

“Salah satu imbauan sehubungan dengan telah terjadinya wabah ASF pada beberapa sentra peternakan babi di Indonesia,” kata Wagimin.

Wagimin menjelaskan, pengawalan babi dilakukan sebagai antisipasi kendaraan pengangkut babi  nekat menyeberang ke Sumatera. 

“Beberapa kali kita telah melakukan penolakan terhadap babi yang akan dikirim ke Sumatera karena tidak lengkap dokumen persyaratannya. Ada yang tidak disertai SKKH dari daerah asal atau hasil Labnya. Namun ada indikasi hewan yang telah kita tolak tetap dikirim ke Sumatera melalui berbagai modus operandi. Untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang kembali, maka penolakan kali ini kita kawal sampai daerah asalnya di Karanganyar,” jelasnya.

Kepala Karantina Pertanian Cilegon Arum Kusnila Dewi mengimbau pelaku usaha peternakan babi agar mematuhi prosedur karantina dengan melengkapi dokumen persyaratan. Selain itu, setiap pengiriman media pembawa hama penyakit hewan karantina wajib melaporkan dan menyerahkan kepada pejabat karantina untuk dilakukan tindakan karantina, pengawasan dan atau pengendalian. 

“Karantina Pertanian Cilegon akan terus meningkatkan koordinasi dan sinergi dengan instansi di Pelabuhan Merak dan daerah asal pelaku usaha peterbakan babi,” tuturnya. (gillang)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp