DaerahEkonomi & BisnisKota Cilegon
Trending

Edwin Warga Banjarnegara, 21 Tahun Jadi Pandai Besi Tetap Bertahan Tanpa Bantuan Pemerintah

CILEGON, BANTEN RAYA – Edwin Suprianto (35) warga asal Lingkungan Temugiring, Kelurahan Banjarnegara, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon sudah melakukan pekerjaan sebagai pandai besi semenjak umur 14 tahun. Selama 21 tahun menjadi pandai besi yang merupakan profesi turun temurun dari kakeknya. Selama itu pula dirinya terus bertahan dan belum pernah sekalipun mendapatkan perhatian pemerintah. 

Edwin menyatakan, jika usahanya berjalan dari dulu sampai sekarang dengan apa adanya. Bahkan, beberapa kali mengajukan bantuan melalui pemerintah kelurahan sampai sekarang belum ada juga terealisasi. 

“Alhamdulillah yala Allah belum pernah ada bantuan dan perhatian pemerintah. Pernah mengajukan untuk pengembangan usaha ke kelurahan tapi tidak pernah ada sampai sekarang. Sama industri juga belum pernah ada bantuan. Harapannya ya kalau ada bantuan modal bisa menambah pembelian bahan baku,” katanya kepada wartawan, Selasa (15/3/2021).

Sehari-hari, papar Edwin, dirinya bekerja hanya dibantu istrinya Maesaroh. Selain sulit mengajak warga lainnya untuk bisa membantu usahanya tersebut, ia juga kesulitan untuk memberikan upah kerena usahnya masih kecil. 

“Ya berdua saja sama istri. Terutama saat melakukan pemukulan bahan besi yang habis dibakar. Selebihnya istri ngasuk anak,” papar pria yang sudah memiliki dua putra ini. 

Edwin menyatakan, untuk pembuatan golok dirinya biasanya melayani beberapa buah saja selama sebulan. Namun, untuk yang rutin per pekan biasanya mengerjakan pembuatan cored sebanyak 3 sampai 4 kodi untuk dijual ke agen di pasar. Sementara, untuk bahan baku, biasanya mencari dari lapak besi, dengan harga Rp9.000 per kilo. 

“Bahannya lumayan mahal per kilonya. Kalau ada bantuan pemerintah lumayan untuk menambah bahan baku,” imbuhnya. 

Menurut Edwin, pengerjaan alat masih memakai metode sederhana, hanya dengan arang serta batok kelapa. Namun, untuk pengapian sudah menggunakan alat kompresor sederhana tidak lagi manual. 

“Masih sederhana tapi ingin juga berkembang. Sekarang karena mampunya segini yah diterima saja,” pungkasnya. (uri) 

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp