DaerahKota Cilegon
Trending

Hanya Bisa Pasrah, Puluhan Tahun Mengabdi di Pemkot Cilegon, THL Ini Tak Kunjung Diangkat Jadi TKK

CILEGON, BANTEN RAYA – Pengangkatan tenaga kerja kontrak (TKK) baru di lingkungan Pemkot Cilegon tampaknya menimbulkan kecemburuan bagi para tenaga harian lepas (THL). Pasalnya, di beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) masih banyak THL yang sudah puluhan tahun mengabdi bekerja di pemerintahan daerah.

Salah seorang THL yang enggan disebutkan namanya, mengaku, telah bekerja di Pemkot Cilegon sejak 21 tahun silam. Bahkan, sejak itu pula sudah ada beberapa kali pengangkatan THL menjadi TKK ataupun pengangkatan TKK baru. Tetapi Ia tidak pernah diikutsertakan untuk menjadi TKK.

“Sudah 21 tahun di Pemkot Cilegon. Iya tidak diangkat-angkat (TKK-red). Bulan kemarin juga ada pengangkatan lagi TKK, tapi saya lewat lagi,” kata THL pria ini.

Selama bekerja di Pemkot Cilegon, Ia juga tidak pernah pindah-pindah OPD. Sumber berita ini juga menanyakan kriteria apa saja yang diperlukan agar bisa menjadi TKK. “Kita tidak tahu, kriterianya apa saja untuk jadi TKK? Kalau saya memang tidak punya kenalan orang gede (pejabat-red),” cetusnya.

Ia mengaku pasrah dengan kebijakan kepala daerah yang tidak menyertakannya untuk naik status menjadi TKK. Ia tetap bersyukur dengan pekerjaannya saat ini yang digaji Rp2,5 juta. “Rp 2,5 juta itu gaji dan tunjangan, sudah semua,” ungkapnya.

Meski demikian, Ia masih berharap ke depan kembali ada pengangkatan TKK, dan dirinya ikut diangkat. Sebab, TKK sendiri gajinya lebih tinggi dari THL, sehingga bisa memperbaiki keadaan ekonominya.

Nasib yang sama dialami THL lainnya yang masih satu OPD. Pria ini mengaku telah mengabdi di Pemkot Cilegon selama 20 tahun. Bahkan, dulu statusnya tenaga kerja sementara (TKS).

“Baru dinaikkan statusnya THL dua tahunan lalu,” katanya.

Beruntung, kata dia, dirinya punya keahlian lain sehingga bisa menjadi tambahan penghasilannya di luar. “Ya kalau buat kebutuhan, selain ngandalin dari gaji ada ngejob lain,” katanya.

Ia mengaku sudah capek berharap menjadi TKK. “Sudah capek, tidak pernah diangkat. Disyukuri aja lah yang ada sekarang,” tuturnya.

Menanggapi hal itu, Walikota Cilegon Edi Ariadi mengaku, pengangkatan TKK awal 2021 ini merupakan menaikkan status dari THL menjadi TKK. Ia membantah mengangkat TKK yang benar-benar baru bekerja di Pemkot Cilegon. 

“Itu kan cuma ganti-ganti status saja, dari THL ke TKK,” kata Edi ditemui usai melakukan peresmian gedung, Rabu (10/2/2021).

Edi mengatakan, adanya pengangkatan TKK baru, untuk mengisi kekosongan TKK karena ada yang keluar. “Jangan ngomong nambah-nambah. Itu kan TKK yang baru mengisi karena ada yang keluar, apa mau jadi TKK semua? Nanti diusulin aja,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Diam-diam Pemkot Cilegon telah mengangkat tenaga honorer baru dengan status TKK. Pengangkatan itu dilakukan pada Januari 2021. 

Informasi yang dihimpun Banten Raya, ada sekitar 50 TKK baru yang diangkat melalui Surat Keputusan (SK) Walikota Cilegon Edi. Puluhan TKK tersebut sudah ditempatkan dan tersebar di beberapa OPD yang ada di Pemkot Cilegon. (gillang)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp