DaerahKota Cilegon
Trending

Honorer “Menangis” Belum Gajian, Pejabat Pemkot Cilegon Malah Kisruh Soal TPP

CILEGON, BANTEN RAYA – Kisruh soal tunjangan perbaikan penghasilan (TPP) pejabat di Kota Cilegon ternyata membuat sedih para tenaga kerja kontrak (TKK) dan tenaga harian lepas (THL) atau tenaga kerja sukarela (TKS). Pasalnya, honor mereka yang harusnya diterima setiap tanggal 15 sampai hingga kini belum juga diterima. 

Salah seorang pegawai TKS di lingkup Pemkot Cilegon yang enggan disebutkan namanya mengaku, jika dirinya terpaksa meminjam uang untuk menutupi kebutuhan bulanan, karena setiap awal tahun biasanya gaji yang diterima sebesar Rp2,3 juta dilakukan rapel sampai bulan berikutnya.

“Biasa kalau awal tahun transisi anggaran, bisa rapel 2 bulan. Untuk pemenuhan harus pinjam ke sana-sini. Tambah masih ada hutang di bank milik pemda,” katanya kepada Banten Raya, Rabu (27/1/2021).

Dirinya menilai, dibandingkan dengan pejabat dengan tunjangan jutaan sampai puluhan juta, beban kerja honorer justru lebih berat. Bahkan, biasanya bekerja sampai malam saat menyelesaikan berbagai dokumen kerja. Mirisnya, papar pria ini, keberadaan TKK dan THL selalu dipandang sebelah mata oleh para pejabat.

“Kalau kerja yah harus sesuai target. Apalagi sekarang lagi input SIPD (sistem informasi pemerintah daerah) dan lainnya, biasa sampai malam pulang. Kadang juga tetap diomeli kalau kerjanya salah sedikit,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah Kepala OPD menggerutu lantaran adanya rencana kenaikan TPP terhadap pejabat dan pegawai di Setda dan Inspektorat.

Berdasarkan informasi yang diterima wartawan, besaran rencana kenaikan TPP pejabat dan pegawai di Lingkup Setda Kota Cilegon besarannya bervariasi. 

Untuk Eselon II seperti Asisten Daerah (Asda) I, II dan III yang sebelumnya pada 2020 sebesar Rp32.000.000 per bulan menjadi Rp38.000.000 per bulan. Kemudian, Kepala Bagian (Kabag) yang semula Rp14.000.000 menjadi Rp16.000.000, Kepala Sub Bagian (Kasubag) yang semula Rp8.000.000 menjadi Rp11.000.000.

Sementara untuk staf Golongan IV yang semula Rp4.375.000 menjadi Rp5.500.000, Golongan III semula Rp3.750.000 menjadi Rp5.000.000, dan Golongan II semula Rp3.125.000 menjadi Rp4.000.000. (uri)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp