Banten SportDaerahKota Cilegon
Trending

Ingin Muskot IPSI Ditunda, Sejumlah Pendekar Minta Bantuan Polres Cilegon

CILEGON, BANTEN RAYA – Para pencinta seni budaya pencak silat dari sejumlah padepokan di Kota Cilegon menyambangi Polres Cilegon. Mereka menyampikan permohonan penundaan Musyawarah Kota (Muskot) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Cilegon dan digelar setelah adanya Pelantikan Walikota Cilegon terpilih pada 17 Februari.

Pendiri Peguron Tegal Papak Rahmatullah atau dikenal Rahmat AS menyampaikan, dirinya bersama pegiat dan seni budaya menyampaikan langsung ke Kasat Intel AKP Bai Mamun jika muskot harus ditunda. Hal itu dilakukan demi menjaga kondusivitas menjelang pelantikan Walikota dan Walikota Cilegon terpilih hasil pilkada serentak 2020.

“Kami sampaikan dasar kami adalah untuk kondusivitas, karena pelaksanaan muskot sebelum pelantikan berisiko adanya gesekan antar pendekar. Sehingga situasinya memanas dan tidak kondusif,” katanya kepada Banten Raya, Rabu (3/1/2021).

Rahmat menjelaskan, IPSI Kota Cilegon di bawah kepemimpinan Muharman Koto juga dinilai tidak melakukan pembinaan yang serius. hal itu dibuktikan dengan minimnya keterlibatan peguron yang padahal jumlahnya mencapai ratusan.

“Dalam Muskot itu hanya ada 5 peguron saja. Ini jelas kegagalan Muharman sebagai ketua IPSI dua periode. Kenapa peguron yang jumlahnya ratusan tidak dilibatkan dan belum tercatat,” paparnya. 

Diberitakan sebelumnya, sejumlah peguron dari tiga aliran silat yaitu Terumbu Banten, Bandrong dan Tjimande Tari Kolot Kebon Djeruk Hilir (TTKKDH) di lima kecamatan di Kota Cilegon meminta penundaan adanya Muskot IPSI Kota Cilegon. Hal itu, karena Musda dinilai tidak terbuka dan menjelang pelantikan walikota akan mengakibatkan gangguan kondusivitas. (uri) 

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp