DaerahKesehatanKota Cilegon
Trending

Jadi Sorotan, Tes GeNose di Pelabuhan Merak yang Tak Steril?

CILEGON, BANTEN RAYA – Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy menyoroti penggunaan alat tes GeNose Covid-19 di Pelabuhan Merak. Sebab, pelaksanaan tes untuk penumpang pejalan kaki tersebut dinilai tak sesuai prosedur lantaran dianggap tak steril.

Demikian terungkap saat peninjauan Pelabuhan Merak bersama Wakapolda Banten Brigjen Pol Ery Nursatari, Rabu (5/5/2021). 

“Ya, tadi (kemarin-red) sekaligus dengan wakapolda, kami mengecek dari kesiapan, itu dari sisi keselamatan, dan kenyamanan. Kalau dari sisi fasilitas kami melihat disini sudah memenuhi syarat. Namun, kami minta agar proses pengecekan Genose Covid-19 lebih steril lagi,” kata Andika. 

Mantan anggota DPR RI itu menuturkan, dalam pengecekan tersebut pihaknya menemukan beberapa catatan yang harus diperbaiki oleh pihak Pelabuhan Merak. Terutama pada pengecekan Covid-19 menggunakan alat GeNose di loket pejalan kaki. Pengecekan GeNose Covid-19 yang ada di Pelabuhan Merak untuk pejalan kaki itu tidak sesuai dengan prosedur yang ada. 

“Cuma ada beberapa catatan tadi pelaksanaan pemeriksaan GeNose harus lebih dirapikan karena kondisi yang ada kudu bener steril tidak bisa asal. Petugasnya harus memakai APD (alat perlindungan diri) lengkap. Saat ini belum memakai APD lengkap,” paparnya. 

Menurut Politikus Partai Golkar itu, jika pengecekan dilakukan tidak sesuai prosedur, akan menimbulkan potensi menyebarkan Covid-19 di lingkungan tersebut. 

“Karena itu juga kan bisa menimbulkan penyebaran Covid-19. Saya tadi langsung koordinasikan dengan Kadinkes (Banten). Dan Bu Kadis juga sudah komunikasikan agar lebih di benahi lagi,” ujarnya.

Wakapolda Banten Brigjen Pol Ery Nursatari mengatakan, pihaknya bersama Wagub Banten melakukan pemeriksaan pos-pos penyekatan yang ada di wilayah Merak. “Personel sudah tau cara bertindak di lapangan setelah operasi penyekatan ini diberlakukan, mulai nanti jam 00.00 nanti malam (tadi malam),” ujarnya.

Sementara itu, Terminal Terpadu Merak (TTM) diputuskan tetap melayani penumpang. Begitu pula dengan bus antar kota antar provinsi (AKAP) di TTM yang tetap beroperasi. 

Kepala TTM Alam Suryawijaya mengatakan, TTM tetap beroperasi. Bus yang beroperasi adalah bus yang telah ditempel stiker khusus dari Ditjen Hubdat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI. 

“Bus yang tetap beroperasi yang ditempel stiker dari Kemenhub. Kalau yang tidak ada stiker sebagai Angkutan Mudik Lebaran 2021 juga tidak bisa beroperasi,” kata Alam kepada Banten Raya. 

Alam menjelaskan, pelayanan bus hanya bagi penumpang yang dikecualikan. Penumpang yang diperbolehkan adalah penumpang perjalanan dinas, ataupun masuk wilayah aglomerasi. 

BACA JUGA: Mudik Lokal di Banten Diperbolehkan, Tapi……

“Kalau pemudik tetap dilarang. Yang boleh bepergian adalah yang perjalanan dinas, dan dikhususkan, dengan persyaratan tertentu,” katanya. 

Kata Alam, di TTM setiap harinya ada sekitar 350 unit bus yang beroperasi ke berbagai kota di Jawa dan Sumatera. Ia akan mengawasi secara khsus, bus yang memang diperbolehkan beroperasi dan tidak diperbolehkan beroperasi. Namun, kewenangannya hanya di Terminal Terpadu Merak. 

“Kalau terkait penyekatan di jalan raya, menjadi ranah kepolisian, TNI, Dishub maupun Pol PP. Namun, kalau di dalam TTM menjadi kewenangan kami untuk menindak,” ujarnya. (gillang)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp