DaerahKota CilegonPolitik
Trending

Jagoannya Kalah di Pilkada Cilegon 2020, Golkar Kambing Hitamkan Kader Pembelot

CILEGON, BANTEN RAYA- Kekalahan kader Golkar Ratu Ati Marliati yang dipasangkan dengan Sokhidin pada Pilkada Cilegon 2020 dinilai terjadi karena adanya kader partai yang tidak patuh dengan keputusan partai.

Seperti diketahui, dalam keputusan rapat pleno KPU Kota Cilegon, Ati-Sokhidin keok dari pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Cilegon Helldy Agustian-Sanuji Pentamarta.

Ketua Dewan Pimpinam Daerah (DPD) I Partai Golkar Banten Ratu Tatu Chasanah mengatakan, pihaknya telah melakukan evaluasi terhadap Pilkada Cilegon. 

“Ada beberapa kader yang tidak fatsun terhadap perintah partai (Pada Pilkada Cilegon 2020-red). Kalau fatsun pada partai Insya Allah menang. Di Golkar, kalau DPP (Dewan Pimpinan Pusat) sudah menentukan calon kepala daerah semua harus fatsun,” kata Tatu saat memberikan keterangan pers usai Pelantikan Pengurus DPD II Partai Golkar Kota Cilegon, Jumat (5/2/2021).

Tatu yang juga mantan Wakil Ketua DPRD Banten itu, mengapresiasi kinerja Partai Golkar Kota Cilegon. Termasuk Calon Walikota Ratu Ati Marliati pada Pilkada Cilegon 2020 lalu. Kekalahan di pesta demokrasi tingkat lokal itu dianggap Tatu sebagai kemenangan yang tertunda. DPD II Partai Golkar Kota Cilegon pun diminta jangan surut, apalagi menyambut hajatan politik yang lebih besar pada 2024. 

“Harapan saya 2024 bisa menang, pileg, pilwalkot, pilgub dan pilpres,” kata perempuan yang juga Bupati Serang ini.

Disinggung posisi Partai Golkar di Pemerintahan Kota Cilegon, Tatu meminta Anggota DPRD Kota Cilegon bisa kritis. Fraksi Golkar di DPRD Kota Cilegon diminta mengawal kebijakan eksekutif agar tidak berseberangan dengan keinginan masyarakat. Apalagi jumlah kursi Fraksi Golkar di DPRD Kota Cilegon msncapai 25 persen. 

“Kader juga diperintah partai, kalau ada kebijakan yang berseberangan dengan masyarakat harus dikritisi. Suara Golkar suara rakyat, kami minta bukan hanya sekadar slogan,” pintanya.  

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Banten itu juga meminta agar Partai Golkar Kota Cilegon merangkul semua kalangan. Konsolidasi internal harus dipastikan dilakukan dengan baik. “Ke depan kita persiapkan menyongsong 2024, tugas yang sangat berat buat kader partai,” ujarnya. 

Sementara itu, Ketua DPD II Partai Golkar Kota Cilegon Ratu Ati Marliati mengatakan, Partai Golkar Cilegon masih solid untuk menyongsong hajatan politik berikutnya. Pihaknya juga akan melakukan evaluasi pengurus kecamatan dan pengurus kelurahan. 

“Di kepengurusan yang baru juga ada kader milenial,” ujarnya. 

Ia juga mengaku siap mengawal program pemerintah melalui Fraksi di DPRD Kota Cilegon. Meski akan mengkritik, tetapi bukan kepentingan pribadi namun tentunya untuk kepentingan masyarakat luas. “Kita mengkritisi tetapi tetap santun,” ucapnya. 

Ati menegaskan, untuk pilgub maupun pilpres 2024, kader Golkar diminta mendukung penuh calon yang diusung oleh partai. Jika ada kader yang membelot, maka akan ditindak tegas. 

“Adanya kader-kader baru dan kader milenial, saya bukan menyisihkan orang lama. Orang lama kita simpan untuk menjadi penasihat, memberikan sumbangsih pemikiran,” ujarnya. (gillang) 

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp