DaerahHukum & KriminalKota Cilegon
Trending

Kasasi Ditolak, Vonis Terdakwa Kasus Korupsi JLS Ditambah Jadi 4 Tahun

SERANG, BANTEN RAYA – Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi Bakhrudin, terdakwa kasus korupsi proyek lapis beton JLS Cilegon tahun 2014 senilai Rp12,7 miliar. Dengan putusan itu, Bakhrudin harus menjalani hukuman penjara selama 4 tahun atau lebih tinggi dari putusan Pengadilan Tipikor Serang.

Berdasarkan data yang dihimpun Banten Raya, dalam putusan pengadilan Tipikor Serang, Bahkrudin divonis 2 tahun dan 6 bulan penjara, serta dihukum denda Rp100 juta subsider 3 bulan penjara. Ditingkat Pengadilan Tinggi (PT) Banten, Bahkrudin divonis pidana penjara selama 4 tahun, serta dihukum denda Rp200 juta subsider 4 bulan penjara.

Panitera Muda (Panmud) Tipikor PN Serang Anton Praharta membenarkan jika putusan kasasi terdakwa Bahkrudin sudah diterimanya. MA menolak kasasi terdakwa dan menguatkan putusan PT Banten.

“Sudah, amar putusan menolak permohonan kasasi. Vonis 4 tahun,” katanya kepada Banten Raya di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Selasa (27/4/2021).

Di lain tempat, anak terdakwa Bahkrudin, Ari mengatakan jika ayahnya telah dieksekusi dan dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cilegon oleh Kejari Cilegon pada awal April 2021 lalu. “Sudah dibawa sebelum puasa,” katanya.

Ari menambahkan, keluarga mempertanyakan penahanan ayahnya. Selain karena ayahnya tengah sakit kanker, eksekusi yang dilakukan Kejari Cilegon dinilai tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

“Ini mal administrasi, saat dibawa tidak ada surat perintah eksekusi. Bahkan saya konfirmasi ke Lapas Cilegon, Bapak saya statusnya sebagai tahanan titipan kejaksaan,” tambahnya.

Baca juga

Kasasi Ditolak, Pembunuh Gadis Baduy Tetap Divonis Mati

Ari mengungkapkan, dirinya mengadukan persoalan itu ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten dan Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) Banten. 

“Ini persoalan nyawa, bapak saya sedang sakit, dan harus rutin melakukan pengobatan ke Jakarta,” ungkapnya.

Sementara itu, Asintel Kejati Banten Adhyaksa Darma Yuliano mengatakan, eksekusi terhadap Bakhrudin sudah sesuai dengan putusan kasasi. Dimana, putusannya terdakwa harus dipidana. “Dalam amarnya, dipidana penjara. Sesuai dengan putusan,” katanya. (darjat/rahmat)

Related Articles

Check Also
Close
Back to top button
× Chat Via WhatsApp