DaerahKota Cilegon
Trending

Kembangkan Digitalisasi Data Ponpes, FSPP Gandeng IDN

CILEGON, BANTEN RAYA- Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kota Cilegon bekerja sama dengan Infra Digital Nusantara (IDN) melaksanakan pelatihan pembuatan website dan digitalisasi data pondok pesantren (ponpes) se-Kota Cilegon. Kegiatan diselenggarakan di Pondok Pesantren Banu Al-Qomar Karangtengah, Lingkungan Karangtengah, Kelurahan Pabean, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Rabu (31/3/2021).

Pimpinan Pondok Pesantren Banu Al-Qomar Karangtengah Musthofa HQ mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan selama sehari dan diikuti oleh 45 Ponpes se-Kota Cilegon serta 5 presidium FSPP kota Cilegon. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menjawab bahwa ponpes juga mampu mengikuti perkembangan teknologi dan informasi.

“Pendidikan agama islam yang berbasis pesantren juga mampu bersaing di dunia teknologi dan informasi,” kata Musthofa yang juga Ketua Presidium FSPP Kota Cilegon kepada Banten Raya.

Sekretaris Jendral FSPP Provinsi Banten Fadlullah menjelaskan, ada beberapa yang ingin dituju dengan dilaksanakannya kegiatan pelatihan tersebut. Pertama, untuk mengintegrasikan data ponpes se-Banten, khususnya di Kota Cilegon. Kedua, di era digital seperti saat ini ponpes bisa mempromosikan kepada masyarakat terkait semua potensi yang dimilikinya. Baik potensi dalam pengembangan tafaquh fikih maupun potensi dalam pengembangan ekonomi.

Terakhir, agar terciptanya konektivitas antar pondok pesantren. Dalam pengembangan akademik ataupun dalam ekonomi.

“Dengan terintegrasinya data, nanti kepentingan pemerintah ataupun non pemerintah untuk pengembangan ponpes itu bisa cepat,” ungkapnya.

Dengan adanya kerjasama dengan IDN, diharapkan ponpes mampu meningkatkan dan mengembangkan pesantrennya melalui teknologi informatika.

Fadlullah berharap, Pemkot Cilegon bisa berkonstribusi besar untuk pengembangan ponpes. Hal ini merupakan suatu bentuk agar dapat mewujudkan cita-cita pemkot saat ini yaitu menjadi masyarakat kota yang modern, religius dan bermartabat.

“Kota Cilegon itu bukan hanya Kota Baja, dia harus berkembang menjadi Kota Santri dengan tiga poros utama yaitu Karangtengah, Cibeber dan Cigading. Tiga poros ini yang akan menjadi kekuatan kebangkitan cilegon Kota Santri,” kata Fadlullah.

Vice Presiden IDN Muhammad Irvan menyambut baik kerja sama FSPP. Menurutnya, kerja sama itu merupakan salah satu angin perubahan. Sebab, kegiatan pelatihan digitalisasi tersebut menjadi cikal bakal pesantren modern yang tidak tertutup dengan suatu perubahan.

Irvan mengatakan, ke depan ponpes harus menjadi ujung tombak tidak hanya dari sisi pendidikan tetapi juga dari sisi perekonomian. 

“Nanti pesantren ini akan menjadi pesantren digital yang bisa membranding dirinya dan men-support dirinya sendiri,” pungkasnya.

Pantauan Banten Raya, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan seperti menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan, kegiatan pelatihan dapat berjalan dengan lancar. (mg-predy)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp