DaerahEkonomi & BisnisKota Cilegon
Trending

Kena PHK, Pemuda Cilegon Ini Tak Mau Menyerah dan Sukses Budidaya Jamur Tiram Putih

CILEGON, BANTEN RAYA – Ali, warga Lingkungan Cilurah, Kelurahan Kepuh, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, sukses melakukan budidaya jamur tiram putih dengan kawan-kawannya.

PHK yang menimpa Ali sebagai dampak Covid-19 tak menyebabkannya putus asa. Ia memutar otak untuk bisa terus bertahan.

Budidaya jamur, kata Ali, dipilih karena peminat dan pasar jamur cukup banyak. Saat ini, keuntungan yang diperolehnya sudah mencapai Rp5 juta per bulan.

“Karena kami di-PHK maka kami mencari alternatif usaha yang potensinya bisa berkembang dan berkelanjutan. Akhirnya kami memutuskan usaha budidaya jamur tiram putih,” katanya Selasa (12/1/2021).

Menurut dia, budidaya jamur tiram putih lebih mudah dibanding dengan budidaya jamur lainnya. Jamur tiram putih hanya perlu disiram 2 kali sehari agar tetap lembab.

“Juga karena bisa dipasarkan sampai luar negeri, makanya kami tertarik,” ungkapnya.

Ali menyatakan, proses budidaya hingga usia panen hanya membutuhkan waktu 40 hari dan panen tersebut bisa sampai 6 bulan ke depan, dimana per kilogram bisa dijual dengan harga Rp15 ribu.

Dalam 1 hari, kata dia, mereka bisa menghasilkan 7 sampai 10 kilogram (Kg) jamur tiram putih.

Untuk sekarang, Ali dan teman-temannya baru memiliki 800 baglog atau tempat jamur tumbuh yang terbuat dari sekam yang dibungkus plastik berukuran 30 centi meter (cm) dengan diameter berukuran 10 cm.

“Targetnya kami punya 4.000 baglog. Sekarang baru 800 baglog saja dalam gubuk berukuran 6 x 4 meter untuk tempat budidaya,” jelasnya.

Ali menuturkan, pernah menjual hasil panen jamur tiram putih itu kepada beberapa orang kapten kapal asing, yang sedang sandar di Cilegon, seperti dari Filipina, Korea, Vietnam dan Hongkong.

Namun, lanjut dia, karena tidak bisa memenuhi target sebanyak 50 Kg untuk 1 kali kirim, maka transaksi tersebut baru dilakukan sebanyak 8 kali dengan harga per kilo 2 dolar Amerika atau sekitar Rp28 ribu.
“Kami tawarkan secara langsung dan mereka mau. Namun, karena butuh banyak maka belum bisa terpenuhi untuk sampai 50 Kg sekali kirim secara rutin,” paparnya seraya mengaku bisa menjual ke kapal asing karena dulu pernah ditempatkan di pelabuhan oleh tempat kerjanya.

Asda II Pemkot Cilegon Tb. Dzikrie Maulawardana mengungkapkan, pihaknya akan mencoba memfasilitasi para pembudidaya tersebut dinas terkait atau pihak industri untuk didorong pembinaan lewat program Corporate Social Responsibility(CSR). (uri)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp