DaerahEkonomi & BisnisKota Cilegon
Trending

Kepala OPD di Cilegon Menggerutu, TPP Hanya Naik untuk Pejabat di Lingkup Setda

CILEGON, BANTEN RAYA – Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) pejabat dan pegawai di Lingkup Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cilegon dan Inspektorat tahun 2021 ini naik. Namun, kenaikan tersebut tidak merata di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, serta kelurahan.

Hal itu membuat sebagian kepala OPD menggerutu karena menilai kebijakan tersebut tidak adil.

Diketahui, berdasarkan lampiran edaran dari Penjabat (Pj) Sekda Kota Cilegon yang didapat Banten Raya, TPP untuk Asda I, II dan III naik menjadi Rp38.000.000 juta per bulan dibanding tahun 2020 yang mencapai Rp32.000.000 per bulan.

Related Articles

Untuk Kepala Bagian (Kabag) semula Rp14.000.000 juta menjadi Rp16.000.000, Kepala Sub Bagian (Kasubag) semula Rp8.000.000 menjadi Rp11.000.000, untuk staf golongan IV semula Rp4.375.000 menjadi Rp5.500.000, golongan III semula Rp3.750.000 menjadi Rp5.000.000 dan golongan II semula Rp3.125.000 menjadi Rp4.000.000.

“Jika naik maka seharusnya naik semua. Jangan dibedakan. Toh beban kerja sama, malah kami di lapangan bisa lebih besar beban kerjanya karena ada program,” kata salah satu kepala OPD yang enggan disebutkan namanya kepada Banten Raya, Senin (25/1).

Pria ini meminta kebijakan tersebut ditinjau kembali. Sebab, jika beban kerja atau kinerja yang menjadi ukuran, maka nilainya tentu akan berbeda antara asisten.

“Kalau mengukurnya dari eselon maka seharusnya semua sama yang di sekretariat dan yang diluar, jangan dibedakan. Jika dibedakan maka ukurannya kinerja dan beban kerja dan itu berarti yang di sekretariat sekalipun harus beda nilainya,” katanya menggerutu.

Hal senada disampaikan kepala dinas lain yang yang berkantor di Lingkungan Pusat Pemerintah Kota (Puspemkot) Cilegon.

“Kalau denger angkanya lumayan. Itu kan sudah pajaknya dibayar pemerintah sama kayak saya nerima sudah bersih segitu (Rp32.000.000). Gede banget dan saya udah dengar. Tapi surat belum ada,” jelasnya.

Salah satu camat yang juga enggan diungkapkan namanya menilai, tidak adil jika hanya Asda, Kabag dan Kasubag di Setda Kota Cilegon yang TPPnya naik. Sebab, camat justru memiliki kerja yang lebih berat di masyarakat, termasuk juga lurah.

“Kalau ukuran beban kerja bisa dinilai sendiri siapa yang lebih berat. Prestasi juga sama banyaknya kok hingga sampai nasional. Itu jelas tidak adil,” tegasnya.

Sementara itu, Asisten Daerah II Setda Kota Cilegon Tb Dikrie Maulawardhana belum merespons konfirmasi Banten Raya. (uri)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp