Kota Cilegon
Trending

Larangan Mudik, Pelabuhan Merak Kehilangan18 Ribu Penumpang per Hari

CILEGON, BANTEN RAYA- Larangan mudik Lebaran 2021 yang berlaku sejak Kamis (6/5/2021) pukul 00.00 WIB, membuat jumlah orang yang menyeberang melalui Pelabuhan Merak turun drastis. Penurunan terjadi bahkan sampai 18 ribu orang per hari. 

Direktur Utama (Dirut) PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry, Ira Puspadewi mengatakan, pelayanan di Pelabuhan Merak saat ini hanya bagi kendaraan logistik saja. Adapun kendaraan non-logistik yang bisa menyeberang hanya yanh dikecualikan.

“Kita lihat sendiri sekarang di Pelabuhan Merak, kami hanya melayani kendaraan logistik dan kendaraan non-logistik yang dikecualikan,” kata Ira di Pelabuhan Merak saat menerima Kunjungan Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Jumat (7/5/2021). 

Ira menjelaskan, akibat larangan mudik oleh pemerintah, penurunan penumpang di Pelabuhan Merak cukup drastis. Sebelum adanya pelarangan mudik, penumpang pejalan kaki dan penumpang dalam kendaraan rata-rata mencapai 25 ribu orang per hari.

Setelah adanya informasi pelarangan mudik, namun sebelum kebijakan tersebut diberlakukan, rata-rata jumlah penyeberang di Pelabuhan Merak mencapai 28 ribu orang per hari.

“Namun, setelah larangan mudik diberlakukan dua hari ini, rata-rata penumpang baik penumpang pejalan kaki maupun dalam kendaraan hanya 10 ribu orang per hari. Akibat penurunan itu, operasional kapal per hari dari 30 unit, kami kurangi hingga 50 persen dan dermaga yang beroperasi dari tujuh pasang, hari ini hanya empat pasang dermaga,” katanya. 

Menurut Ira, pemesanan tiket kapal secara daring saat ini masih berlaku, namun hanya untuk angkutan logistik. Bagi kendaraan penumpang yang dikecualikan, bisa memesan tiket online dengan persyaratan khusus. “Mengantisipasi adanya pemudik, kami juga bekerjasama dengan berbagai pihak seperti Satgas Covid-19,” paparnya. 

Wakil Ketua Komisi V DPR-RI, Syarif Abdullah Al-Kadrie mengatakan, pemberlakuan pelarangan mudik sebagai upaya pemerintah mencegah lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia. Pemberlakuan larangan mudik di Pelabuhan Merak sudah cukup baik.
“Kami apresiasi petugas di Pelabuhan Merak atas kesiapannya,” tuturnya. 

Politikus Partai NasDem itu juga memuji pelayanan di Pelabuhan Merak yang sudah baik. Ia meminta, kepada PT ASDP Indonesia Ferry untuk mengembangkan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.

“Merak-Bakauheni sudah cukup bagus pelayanannya, ditopang Tol Trans Sumatera, jadi ke Sumatera lebih banyak yang via Merak,” ujarnya. 

BACA JUGA:
https://bantenraya.com/daerah/kota-cilegon/larangan-mudik-berlaku-puluhan-kendaraan-menuju-pelabuhan-merak-dipaksa-putar-balik/

Di tempat yang sama, Wakil Walikota Cilegon Sanuji Pentamarta mengatakan, pihaknya mendukung kebijakan pemerintah pusat yaitu larangan mudik. Pemkot Cilegon juga mendukung secara sumber daya manusia (SDM) untuk penyekatan menuju Pelabuhan Merak.
“Kita support SDM seperti Dishub dan Pol PP” harapnya. (gillang)

Related Articles

Back to top button