DaerahKota Cilegon
Trending

Lengser Sebagai Kepala Daerah Cilegon, Edi-Ati Warisi Sembilan Program RPJMD yang Tak Tuntas

CILEGON, BANTEN RAYA-  Masa jabatan Walikota dan Wakil Walikota Cilegon Edi Ariadi-Ratu Ati Marliati atau kepala daerah Cilegon periode 2016-2021 berakhir hari ini, Rabu (17/2/2021). Di penghujung masa jabatannya, keduanya masih menyisakan sembilan program pada rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2016-2021 yang belum diselesaikan. 

Meski ada tujuh yang belum tuntas namun ada sembilan program RPJMD yang menjadi sorotan DPRD Kota Cilegon. Di mana, program-program tersebut saat ini masih berjalan, meski jabatan Edi-Ati sudah berakhir. 

Anggota DPRD Kota Cilegon Rahmatulloh mempunyai catatan ketidakberhasilan pencapaian program prioritas daerah dalam RPJMD 2016-2021. Ada sembilan poin pencapaian yang tidak sesuai target. Pertama, pembangunan Jalan Lingkar Utara (JLU), tahapan pelaksanaannya mundur cukup jauh dari target RPJMD. Hingga 2019 ditargetkan mencapai tahap konstruksi, namun hingga saat ini masih berkutat pada pengadaan lahan.

Politisi Partai Demokrat itu juga menyoroti, program kedua yang ada dalam catatanya yaitu peningkatan dan pengembangan jalan, dari target lima lokasi pembebasan lahan untuk pelebaran jalan, belum satupun terealisasi. Ketiga, pembangunan tandon dari target delapan tandon, hingga 2021 baru 2 tandon yang terbangun. 

“Keempat, pengembangan BLK (Balai Latihan Kerja) yang belum ada progres. Kelima, Penerapan sarana angkutan umum masal (SAUM) dan kantong parkir hingga saat ini belum dapat dilaksanakan dari target RPJMD yang seharusnya mulai dilaksanakan tahun 2017. Keenam, pembangunan kawasan pertanian terpadu atau KPT mundur dari jadwal RPJMD, serta adanya rasionalisasi target penyelesaian. Pembangunan RSUD Tipe D, pengurangan target dari dua RSUD tipe D menjadi satu RSUD Tipe D,” urainya.

Lebih lanjut dipaparkan Rahmatulloh, program kedelapan dalm RPJMD 2016-2021 yang belum terselesaikan  yaitu pembangunan Pelabuhan Warnasari. Terakhir, target pendapatan setiap tahun yang tidak tercapai. 

“Jangan sampai, arah pembangunan yang sudah direncanakan pada 2016 tanpa tujuan di akhirnya. Dari tahun ke tahun, program yang disampaikan seperti tidak jelas arahnya. Padahal, kalau saja rule dokumen RPJMD 2016-2021 dipahami, arah KUA-PPAS (kebijakan umum anggaran dan prioritas plafon anggaran sementara) akanterus berfokus pada apa yang dicita-citakan. Karena keberhasilan pembangunan dari tahun ke tahun, akan memengaruhi laju pertumbuhan ekonomi (LPE) di Kota Cilegon,” ucapnya. 

Ia meminta, agar janji target yang belum tercapai untuk disampaikan ke publik. Itu sebagai pengalaman untuk kepala daerah yang baru agar tidak membuat RPJMD yang muluk-muluk. Tetapi, bisa menggunakan APBD untuk kepentingan rakyat, demi kesejahteraan dan mengurangi angka kemiskinan serta pengangguran di Cilegon. 

“Program RPJMD yang belum tercapai perlu juga disampaikan ke publik,” tandasnya. (gillang) 

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp