DaerahKota Cilegon
Trending

Lepas JLS ke Pemprov Banten Dinilai Buang-buang APBD, DPRD Minta Pemkot Cilegon Tak Gegabah

CILEGON, BANTEN RAYA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon tidak gegabah dalam melakukan pelimpahan aset Jalan Lingkar Selatan (JLS) Cilegon ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Pemkot diminta melakukan kajian secara matang jika ingin melakukan pelimpahan aset JLS ke Pemprov Banten.

Anggota DPRD Kota Cilegon Hasbi Sidik mengatakan, Pemkot Cilegon harus melakukan perhitungan yang matang jika akan melimpahkan aset JLS Cilegon ke Pemprov Banten. Jika memang ada usulan dari Anggota DPRD Provinsi Banten, Walikota Cilegon seharusnya tidak buru-buru atau gegabah mengikuti. 

“Saya kira nilai aset JLS lumayan mencapai Rp10 triliun. Kalau ada usulan dari anggota DPRD Provinsi, dia mewakili siapa?,” cetus Hasbi.

Politikus Partai Gerindra itu secara tegas menolak rencana Walikota Cilegon Helldy Agustian yang akan menyerahkan aset JLS ke Pemprov Banten. Ia menilai, Pemkot Cilegon juga akan banyak kerugian ketika aset JLS dilepas. 

“Soal perizinan di sekitar JLS, tentu izinnya ke Pemprov. PAD (pendapatan asli daerah) juga akan hilang. Seperti PAD dari reklame, BPHTB (bea perolehan hak atas tanah dan bangunan), PJU (penerangan jalan umum), dan yang lainnya. Saya nolak secara pribadi dan secera kelembagaan,” tegas Hasbi ditemui di Kantor DPRD Kota Cilegon, Kamis (25/3/2021).

Hasbi menyebut, pelimpahan aset JLS Cilegon ke Pemprov Banten bukan satu-satunya solusi untuk memperbaiki infrastruktur JLS Cilegon. Masih banyak cara lain untuk memperbaiki infrastruktur JLS Cilegon. 

“Memang untuk perbaikan dan perawatan JLS biayanya cukup besar, saya maklumi. Tapi, kita upayakan ada penganggaran dari APBD Kota Cilegon, bantuan Provinsi Banten dan bantuan industri, karena industri juga menikmati jalan ini,” tandasnya.

Pemkot Cilegon, kata Hasbi, diminta lebih bijak dengan memperbaiki JLS Cilegon tanpa menyerahkan asetnya ke Pemprov Banten. Namun, dalam perawatan dan perbaikan JLS Cilegon kualitasnya harus lebih bagus lagi. 

“Kita dorong agar JLS diperbaiki oleh Pemkot Cilegon, kami juga siap mengawasi agar perbaikan JLS memang perbaikan yang berkualitas bukan asal memperbaiki,” ucapnya.

Anggota DPRD Kota Cilegon Rahmatulloh mengatakan, pihaknya meminta Pemkot Cilegon untuk melakukan kajian secara matang-matang sebelum melepas aset JLS Cilegon. 

“Jangan buru-buru, kaji ulang positif dan negatifnya. Jangan gegabah ambil keputusan penyerahan aset ke Pemprov Banten,” pinta Rahmat.

Politisi Partai Demokrat ini meminta Pemkot Cilegon menghitung PAD yang dihasilkan dari JLS Cilegon, serta menghitung nilai perawatan per tahun. 

“Soal biaya perawatan ke depan, DPRD Cilegon komitmen bisa mengupayakan bantuan Pemprov atau APBN. Kalau hanya persoalan anggaran perawatan langsung diserahkan, padahal sudah menghabiskan APBD Cilegon, malah dilepas,” katanya.

Pembangunan JLS Cilegon, kata Rahmat, dibangun dengan tujuan memecah kemacetan di pusat kota dan pengembangan ekonomi di sekitar selatan Cilegon. 

“Kalau begini kan buang-buang APBD Cilegon. APBD harus untuk kebutuhan dasar pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial. Kalau JLS Cilegon diserahkan ke Pemprov Banten, apa bedanya dengan megaproyek JLU (Jalan Lingkar Utara) yang saat ini dibangun dan nanti ujung-ujungnya diserahkan ke Pemprov,” pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Walikota Cilegon Helldy Agustian mengatakan, soal penyerahan aset JLS Cilegon saat ini baru kajian awal. Nanti, akan ada kajian lebih dalam. 

“Nanti kajian dilaporin ke saya, jadi saya belum bisa menentukan,” kata Helldy kepada awak media.

Helldy mengatakan, wacana penyerahan aset JLS Cilegon alasannya karena biaya pemeliharaan yang tinggi. 

“Bedanya apa jika JLS diserahkan ke Provinsi atau tidak? Kan masih bisa dilalui masyarakat Cilegon juga. Bedanya kan di pemeliharaan, seperti jalan nasional kan bisa dipakai kita juga. Tidak akan ada potensi pendapatan yang hilang,” tuturnya. (gillang)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp