DaerahEkonomi & BisnisKota Cilegon
Trending

Maaf IKM, Disperin Kota Cilegon Tak Lagi Anggarkan Bantuan Stimulus di Tahun Ini

CILEGON, BANTEN RAYA – Industri jecil menengah (IKM) dan Pedagang kaki lima (PKL) tidak lagi mendapatkan stimulus pemulihan ekonomi dari Dinas Perindutrian dan Perdagangan (Diperin) Kota Cilegon. Hal itu karena organisasi perangkat daerah (OPD) itu tidak lagi menganggarkan adanya program tersebut di tahun ini.

Diketahui, saat pandemi awal berlangsung pada 2020, Disperin Kota Cilegon memberikan bantuan stimulus anggaran permodalan kepada 460 PKL masing-masing sebesar Rp1 juta, dan 90 IKM masing-masing Rp1,5 juta. 

Sekretaris Disperin Kota Cilegon Bayu Pantagama menjelaskan, bantuan pemulihan awal dari Disperin Kota Cilegon masih terus dilakukan pemantauan. Beberapa diantaranya berjalan. Namun, kaitan dengan 2021 pihaknya belum menganggarkan.

“Beberapa sudah produktif lagi dari bantuan awal. Namun secara data nanti akan dilihat. Untuk sekarang belum ada penganggaran untuk pemulihan ekonomi bagi IKM dan PKL,” katanya kepada wartawan, belum lama ini.

Bayu menjelaskan, untuk menyiasati adanya bantuan permodalan bagi IKM dan PKL, pihaknya telah berkoordinasi dengan salah satu bank syariah untuk memfasilitasi bantuan pembiayaan bagi pedagang. Hal itu karena diprediksi pandemi masih akan berlangsung pada tahun ini.

“Alhamdulillah ada salah satu bank syariah yang sudah berkoordinasi. Ini juga untuk mengantisipasi para renternir yang memberikan bantuan kepada pedagang,” paparnya.

Saat ini, papar Bayu, pihaknya juga belum mengetahui apakah ada bantuan dari pusat atau provinsi untuk pemulihan ekonomi tahun ini. Sebelumnya, kata Bayu, ada dari Kementerian Koperasi dan UKM.

“Kalau di Dinas Koperasi dan UKM sepertinya masih akan ada. Itu karena dari kementerian masih berjalan, sepertinya ya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Disperin Abadiah menjelaskan, pihaknyan masih menunggu kebijakan walikota ada atau tidak bantuan stimulus anggaran bagi IKM dan PKL. Menurut dia, efek pandemi ini masih akan dirasakan para pelaku ekonomi, khususnya ekonomi kecil.

“Kami tentu masih akan menunggu kebijakan pimpinan, jika ada maka nanti akan diupayakan dalam penganggaran. Sebab, secara analisa sepertinya masih perlu diberikan stimulus untuk tetap bisa bertahan ditengah pandemi tahun ini,” ungkapnya. (uri)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp