DaerahEkonomi & BisnisKota Cilegon
Trending

MFI Tanam Investasi Rp 1,8 T di Cilegon, tapi Tak Butuh Banyak Tenaga Kerja

CILEGON, BANTEN RAYA – PT Mitsubishi Pet Film Indonesia (MFI) melakukan ekspansi bisnis dengan pembangunan pabrik baru di Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon. Investasi eksisting pabrik kimia di Cilegon itu memiliki nilai mencapai Rp 1,8 triliun. 

Kamis (8/4/2021) kemarin, dilakukan topping of ceremony proyek PT MFI, yang dihadiri Walikota Cilegon Helldy Agustian. Helldy juga meninjau proyek yang berlokasi berdampingan dengan pabrik yang sudah ada di Gerem itu. 

Usai acara Helldy mengatakan, perluasan pabrik PT MFI sudah dilakukan sejak 2020 lalu. Dalam perluasan pabrik, PT MFI melakukan investasi sebesar Rp 1,8 triliun. 

“Kita support investasi baru maupun eksisting. Ini PT MFI sudah sejak 1995, lagi ada perluasan,” kata Helldy ditemui di Kawasan Pabrik PT MFI.

Helldy berharap, dengan adanya tambahan investasi, banyak tenaga kerja lokal yang terserap. Saat tahapan konstruksi maupun produksi, diharap pekerjanya mayoritas adalah tenaga kerja asal Cilegon. 

“PT MFI sudah memekerjakan 50 persen warga lokal. Kami mintanya lebih dari 50 persen, nanti akan dibicarakan lagi, agar semakin banyak warga yang nganggur bisa kerja. Saya minta jangan cuma 50 persen, tapi bisa lebih dari itu,” pintanya. 

Politikus Partai Berkarya itu menginginkan, industri juga memunyai peran dalam mengatasi masalah pengangguran di Kota Cilegon. Pihaknya telah meminta PT MFI agar berkomunikasi dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon dalam rekrutmen tenaga kerja. 

“Selain tenaga kerja orang lokal, kami juga minta CSR (corporate social responsibility) untuk warga sekitar. Kehadiaran industri ini berdampak positif bagi Kota Cilegon,” harapnya. 

Di tempat yang sama, Administrasi Manajer PT MFI Adi Suryadinata mengatakan, dalam tahap konstruksi, pihaknya membutuhkan sekitar 5.000 tenaga kerja. Saat ini, sekitar 50 persennya merupakan warga Kota Cilegon. 

“Saat sudah produksi nanti tenaga kerjanya berkurang. Hanya sekitar 500 orang saja yang bekerja karena perusahaan kita high technology, yang tidak membutuhkan tenaga kerja begitu banyak,” ungkapnya. 

Adi menjelaskan, terkait dengan permintaan Walikota Cilegon agar memekerjakan lebih dari 50 persen warga lokal, pihaknya akan berkomunikasi dengan Disnaker Kota Cilegon untuk kebutuhan tenaga kerjanya. 

“Kami berterima kasih karena Pemkot Cilegon sangat support dalam investasi ini. Bahkan, apalagi ini masih masa pandemi covid-19, sangat jarang perusahaan yang melakukan penambahan investasi,” tutupnya. (gillang)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp