DaerahKota Cilegon
Trending

Mobil Dinas Gadaian Disita Kejari Cilegon, Sanuri Cuma Bisa Pasrah

SERANG, BANTEN RAYA- Sanuri, Warga Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang hanya bisa pasrah saat mobil dinas yang digadainya dari BW, pejabat eselon IV di DLH Kota Cilegon ditarik oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon. Ia harus merelakan uang yang disetorkan untuk menggadai mobil senilai Rp36 juta berpotensi lenyap begitu saja lantaran kini BW tak diketahui ada di mana rimbanya.

Seperti diketahui, BW ketahuan menggadaikan mobil dinasnya. Tak tanggung-tanggung, dua mobil dinas sekaligus yang digadaikan yaitu Daihatsu Terios tahun 2009 dan Toyota Kijang Kapsul 2004 milik DLH Kota Cilegon dengan total nilai Rp47 juta.

Informasi yang diperoleh bantenraya.com, BW yang saat ini menjabat sebagai Kepala Sub Bagian (Kasubag) Umum dan Kepegawaian pada DLH Kota Cilegon menggadaikan mobil dinas sejak setahun lalu. BW saat ini masih dalam pencarian lantaran sudah sekitar enam bulan tidak terlihat di kantornya. 

Sanuri mengaku, dirinya ikhlas dengan uang Rp36 juta yang hilang. Ia menerima gadai dari BW lantaran sang pejabat itu mengaku butuh uang. “Tapi saya mau memakai mobilnya juga tidak enak karena plat merah,” ujarnya, Senin (14/6/2021). 

Kata Sanuri, dirinya menerima gadai mobil Daihatsu Terios plat merah hanya dalam bentuk kendaraan saja. Transaksi gadai tanpa dilengkapi kelengkapan dokumen seperti surat tanda nomor kendaraan (STNK) ataupun buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB).

BACA JUGA: Duh Ketahuan… Pejabat DLH Cilegon Gadaikan Mobil Dinas Rp47 Juta

“Bilangnya pinjam uang Rp36 juta cuma satu minggu, tapi sampai sekarang tidak balik,” ungkapnya.

Walikota Cilegon Helldy Agustian mengaku, berterima kasih kepada Kejari Kota Cilegon yang telah menertibkan aset Pemkot Cilegon. Ia juga meminta Kepala DLH Kota Cilegon untuk melakukan penertiban aset di lingkungan OPD-nya.

“Kami juga meminta kepada Inspektorat untuk turut aktif menyelesaikan permasalahan aset di Pemkot Cilegon,” ujarnya.

Saksikan Podcast Meja Redaksi di Banten Raya Channel

Helldy menambahkan, BW saat ini terancam dipecat. Proses pemecatan sedang dilakukan oleh Pemkot Cilegon.

“Yang penting, mobil sudah kembali dulu. Kemudian, kami proses ASN ini karena menyalahi aturan, bisa berbuntut pemecatan,” ujarnya. (gillang)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp