DaerahHukum & KriminalKota Cilegon
Trending

Palsukan Surat Desa untuk Mudik, Calo di Pelabuhan Merak Dibekuk

CILEGON, BANTEN RAYA- Polres Cilegon berhasil membekuk pelaku pemalsuan surat keterangan orang tua sakit. Surat keterangan tersebut dijual oleh calo tiket di Pelabuhan Merak berinisial PP kepada pemudik sebagai syarat menyeberang ke Pelabuhan Bakauheni. 

Informasi yang dihimpun bantenraya.com, PP (41) warga Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, dibekuk oleh Anggota Satreskrim Polres Cilegon di depan Indomaret Fly Over Merak arah Pelabuhan, Sabtu (15/5/2021). Polisi membekuk PP memperjualbelikan surat keterangan palsu sebagai syarat menyeberang dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bakauheni. 

Penggunaan surat keterangan orang tua sakit, sebagai syarat perjalanan saat larangan mudik Lebaran 2021 berlaku yaitu 6-17 Mei 2021 diperbolehkan. Praktik kejahatan yang dilakukan oleh PP diketahui kepolisian saat proses pemeriksaan pemudik yang hendak menyeberang ke Pelabuhan Bakauheni. Di mana, syarat perjalanan berupa surat keterangan orang tua sakit hanya berupa fotokopi.

Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono mengatakan, awalnya Satreskrim Polres Cilegon mengamankan empat calo tiket di depan Indomaret fly over Pelabuhan Merak. Empat orang dimintai keterangan, namun hanya satu yang memenuhi unsur tindak pidana. 

“Empat calo kita amankan. Tiga calo itu hanya meminjamkan handphone bagi pemudik yang tidak punya handphone smart phone lantaran pembelian tiket kapal menggunakan sistem online. Sementara, satu calo menyediakan surat keterangan orang tua sakit yang palsu sebagai syarat untuk menyeberang,” kata Sigit dalam keterangan pers di Mapolres Cilegon, Jumat (28/5/2021).

Dikatakan Sigit, PP sendiri awalnya meminta surat keterangan orang tua sakit atas nama Nanda Saputra yang menyeberang dari Merak ke Bakauheni. Nanda Saputra memang benar orang tuanya sakit dan saat menyeberang membawa surat keterangan bahwa orang tuanya sakit di Lampung. 

“Surat keterangan orang tua sakit milik Nanda didapat dari Desa Nyukang Harjo, Kecamatan Selagai Lingga, Kabupaten Lamteng. Surat tersebut difotokopi oleh PP, dan kemudian dijual ke pemudik yang belum melengkapi syarat untuk mudik. Surat dari Nanda di fotokopi dan ditip ex tanggal dan namanya sesuai pesanan pemudik,” katanya. 

BACA JUGA: Coba Kelabui Petugas di Pelabuhan Merak, Dua Pemudik Sembunyi di Bak Mobil Ditutup Terpal

Menurut Sigit, praktik tersebut diketahui saat pemeriksaan. Petugas penyekatan yang mendapatkan surat keterangan berwujud fotokopi. 

“Sebelum ditangkap, PP berhasil menjual surat keterangan orang tua sakit palsu tersebut kepada empat pemudik pengguna kendaraan roda dua. Satu surat palsu tersebut dijual Rp200 ribu per lembar,” katanya. 

Sigit menjelaskan, dari tangan tersangka didapatkan empat surat fotokopi keterangan orang tua sakit. Pihaknya juga telah memeriksa Kepala Desa Nyukang Harjo, Kabupaten Lamteng. 

“Pelaku dikenakan pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman enam tahun penjara,” jelasnya. (gillang)

Related Articles

Back to top button