DaerahEkonomi & BisnisKota Cilegon
Trending

Pedagang Tempati Ruko di Gedung Matahari Lama Cilegon Tanpa Bayar Sejak 2012, Kok Bisa?

CILEGON, BANTEN RAYA – Belasan pedagang yang menempati ruko sebelah barat dan sebelah timur Gedung Cilegon Plaza Mandiri (CPM) atau Gedung Matahari Lama milik Pemkot Cilegon ternyata tidak membayar sewa sejak 2012.

Belasan pedagang yang menempati Gedung Matahari Lama itu bermacam-macam, diantaranya toko emas, toko elektronik, toko kain, toko obat, dan beberapa toko dengan usaha lainnya.

Pantauan bantenraya.com pada Minggu (23/5/2021), belasan toko di sisi barat dan sisi timur Gedung CPM terlihat beraktivitas seperti biasa. Toko-toko tersebut dalam aktivitas jual beli juga terlihat cukup ramai.

Kepala Bidang Aset pada Bada Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Cilegon Raden Firman mengatakan, toko yang menggunakan gedung di sisi kanan dan sisi kiri Gedung Cilegon Plaza Mandiri semuanya sudah habis masa Hak Guna Bangunannya (HGB) yang dulu dimiliki toko-toko tersebut. HGB habis sejak 2012 lalu.

“Sudah sembilan tahun HGB toko-toko di samping kanan dan kiri Gedung Matahari Lama habis,” ujarnya, Minggu (23/5/2021).

Gedung Matahari Lama beserta dua gedung di sebelah kanan dan kiri, kata Firman, awalnya merupakan aset Pemkab Serang yang dibangun sekitar tahun 1990-an. Namun, saat Kota Cilegon berdiri pada 1999, aset Pemkab Serang tersebut menjadi salah satu aset yang serahkan ke Pemkot Cilegon beserta aset-aset yang lain.

“Saat itu, saat pelimpahan aset dari Pemkab Serang ke Pemkot Cilegon, memang toko-toko tersebut masih mengantongi HGB. Namun, HGB habis pada 2012 lalu,” katanya.

Firman menjelaskan, Gedung Matahari Lama beserta dua gedung di sisi kanan dan kiri, hak pengelolaan lahan (HPL)-nya milik Pemkot Cilegon. Sejak HGB yang dikantongi para toko habis sejak 2012 lalu, para toko tersebut sama sekali tidak menyumbangkan pendapatan asli daerah (PAD) bagi Pemkot Cilegon.

“Sama sekali tidak ada pemasukan kepada Pemkot Cilegon, sejak 2012 lalu. Kalau awal mula penempatan, sejak waktu Cilegon masih bagian Kabupaten Serang,” terangnya.

Firman mengungkapkan, penertiban aset Gedung di sisi kanan dan kiri Gedung Matahari Lama, menjadi salah satu agenda yang dikerjasamakan Pemkot Cilegon dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon, setelah adanya Surat Kuasa Khusus (SKK) dari Walikota Cilegon kepada Kejari Cilegon.

“Mudah-mudahan tidak ada yang dirugikan dalam penyelesaian aset ini. Pemkot dan Kejari mencari solusi, apakah bisa ditarik retribusi atau pajak, atau memang ditarik sepenuhnya ke Pemkot Cilegon, kita bersama-sama mencari dasar hukum, agar tidak merugikan negara,” ucapnya.

BACA JUGA: Wacana Pengalihan Aset JLS, Pemkot Cilegon Berpotensi Kehilangan Aset Bernilai Rp10 T

Sementara itu, Kepala Kejari Cilegon Ely Kusumastuti mengaku telah menerima SKK dari Walikota Cilegon untuk penertiban dan pengamanan aset Pemkot Cilegon oleh Kejari Cilegon.

“Kita sama-sama terus berkolaborasi dan bersinergi dengan Pemkot Cilegon, untuk pencegahan dan penindakan. Ini sebenarnya sudah terjadi sebelumnya seperti dengan Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) Kota Cilegon untuk tunggakan sewa kios di Pasar Kranggot. Kami bersama-sama mencegah adanya kerugian negara,” kata Ely. (gillang)

Related Articles

Back to top button