DaerahKota Cilegon
Trending

Peguron Minta Muskot Ditunda, Ini Jawaban Ketum IPSI Cilegon

CILEGON, BANTEN RAYA – Penundaan Musyawarah Kota (Muskot) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Cilegon yang diminta sejumlah peguron silat di lima kecamatan dari tiga aliran silat dinilai tidak tepat. Pasalnya, para peguron tersebut tidak tercatat dalam anak cabang IPSI di 8 kecamatan di Kota Cilegon.

Ketua Umum IPSI Kota Cilegon Muharman Koto menjelaskan, gelaran muskot pada pertengahan Februari sudah sesuai anggaran dasar (AD) dan anggaran rumah tangga (AD) Pengurus Besar (PB) IPSI. 

“Kami mengadakan Muskot IPSI Kota Cilegon sudah sesuai AD dan ART PB IPSI,” katanya, Senin (1/2/2021).

Related Articles

Soal peguron, papar Muharman, semua yang ikut sudah tercatat di pengurus anak cabang IPSI di 8 Kecamatan. Bahkan, ia mengatakan, permintaan pengunduran muskot itu justru dilakukan oleh peguron yang belum tercatat.

“Peguron sudah di pengurus anak cabang di 8 kecamatan di Kota Cilegon. Mungkin peguron yang minta ditunda peguron yang tidak terdaftar di anak cabang IPSI Kecamatan,” pungkasnya.

Sebelumnya, sejumlah peguron dari tiga aliran yaitu silat yaitu Terumbu Banten, Bandrong dan Tjimande Tari Kolot Kebon Djeruk Hilir (TTKKDH) dari lima kecamatan di Kota Cilegon meminta penundaan adanya Muskot IPSI Kota Cilegon. Mereka menilai pelaksanaan muskot tidak terbuka dan digelar menjelang pelantikan walikota sehingga berpotensi mengakibatkan gangguan kondusivitas. (uri)

 

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp