DaerahKota Cilegon
Trending

Pembangunan JLU Cilegon Terancam Tak Dilanjutkan

CILEGON, BANTEN RAYA – Proyek pembangunan Jalan Lingkar Utara (JLU) sepanjang 12,5 kilo meter diprekdiksi tak akan diteruskan. Sebab, saat ini Walikota dan Wakil Walikota Cilegon Helldy Agustian-Sanuji Pentamarta sedang mengkaji ulang proyek yang telah menghabiskan seratusan miliar untuk pembebasan lahan sejak 2018 tersebut. 

Seperti diketahui, dalam berbagai kesempatan Helldy-Sanuji menyatakan evaluasi proyek JLU akan dilihat dari berbagai pertimbangan. Salah satunya adalah jika bermanfaat untuk masyarakat banyak maka bisa diteruskan. Akan tetapi jika sebaliknya maka proyek akan dihentikan.

Salah seorang mantan tim sukses Helldy-Sanuji yang enggan disebutkan namanya menjelaskan, jika mega proyek JLU tidak akan diteruskan oleh pasangan kepala daerah Cilegon teranyar tersebut. Salah satu alasan yang menjadi pertimbangan adalah soal anggaran yang sangat besar yang diperkirakan mencapai Rp400 miliar lebih. Proyek tersebut merupakan proyek warisan kepemimpinan sebelumnya yang orientasinya dinilai tidak jelas hanya menjadi proyek mercusuar saja.

“Di berbagai diskusi internal sepertinya itu barang (pembangunan JLU-red) tidak akan dilanjutkan. Kajiannya juga begitu, banyak masalah dari mulai pembebasan lahan yang belum selesai, gambar jalan yang berubah-ubah dari awal. Pengerjaan proyek badan jalan juga dikerjakan oleh perusahaan yang sudah di blacklist (daftar hitam-red) itu menjadi masalah,” kata pria ini kepada wartawan, Minggu (4/4/2021).

Di sisi lain, rencana dijadikannya jalan tersebut untuk wilayah industri padat karya juga dinilai sulit terwujud. Hal itu karena upah minimum di Kota Cilegon sangat tinggi mencapai Rp4,2 juta per bulan. Hal itu bisa dipastikan tidak akan membuat para investor padat karya mau berinvestasi di Kota Cilegon.

“Padat karya itu bergantung dengan buruh yang secara kuantitatif ribuan. Dengan kisaran upah yang mahal, logikanya pasti tidak akan ada yang mau. Para investor padat karya pasti mencari daerah yang lebih murah upahnya. Yang sudah ada saja di Banten pada pergi,” paparnya.  

Pria ini menyampaikan, program janji kampanye Helldy-Sanuji yang cukup banyak dan dengan waktu yang singkat, dipastikan cukup banyak menyerap anggaran dari APBD.

“Waktunya singkat. Pasti akan difokuskan untuk merealisasikan berbagai janji kampanye yang jelas bermanfaat untuk warga dan dirasakan sepenuhnya untuk warga,” pungkasnya. (uri)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp