Kota Cilegon
Trending

Pemkot Cilegon Berlakukan PPKM Sepekan

Siapkan 200 Posko, Petugas Dibagi 3 Shift

CILEGON, BANTEN RAYA – Pemkot Cilegon memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) selama sepekan atau dari 1 Februari hingga 8 Februari 2021. Dalam kebijakan untuk mencegah penyebaran Covid-19 itu,
Pemkot akan membuat 200 pos komando (Posko) Terpadu Penanganan Covid-19.

Untuk diketahui, berdasarkan data penyebaran Covid-19 di Kota Cilegon tertanggal 31 Februari 2021, angka kematian di Kota Cilegon rata-rata mencapai 4 persen atau sebanyak 118 orang dari total kasus Covid-19 sebanyak 3.125. Angka tersebut lebih tinggi dibanding rata-rata nasional sebanyak 2,8 persen.

Walikota Cilegon Edi Ariadi mengatakan, untuk mencapai target penurunan angka kasus Covid-19 tersebut, pihaknya memberlakukan PPKM sampai pada 8 Februari nanti.
Pihaknya, kata Edi, sudah membuat 200 Posko Terpadu Penanganan Covid-19 di Kota Cilegon. Hal itu agar penerapan protokol kesehatan (prokes) bisa diperketat, khususnya di tempat-tempat keramaian.

“Saya targetkan turun angkanya seminggu kedepan. Kami akan buat 200 posko terpadu. Ini untuk memantau dan pengaduan soal prokes,” kata Edi usai meresmikan Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Cilegon, Senin (1/2/2021).

Edi menjelaskan, Posko itu nantinya akan diisi petugas gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kepolisian dan TNI.

“Nanti ada petugas di masing-masing Posko dan dibuat 3 shift bergantian. Jika ada laporan, maka petugas meluncur menertibkan,” paparnya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon Dana Sujaksani membenarkan, angka kematian kasus Covid-19 di Kota Cilegon cukup tinggi.

“Angkanya memang tinggi mencapai 4 persen. Ini kami harap dengan PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) sampai pada 8 Februari bisa menurunkan angka positif dan kematian,” kata Dana.

Dana mengungkapkan, dari total 118 pasien Covid-19 yang meninggal dunia semuanya merupakan pasien dengan komorbid atau pasien yang memiliki penyakit penyerta.

“Semuanya itu karena komorbid. Untuk Covid-19 sendiri yang langsung meninggal tidak ada,” pungkasnya.

Dana melanjutkan, kendati angka kematian tinggi. Namun angka kesembuhan di Kota Cilegon juga cukup tinggi, yaitu 85 persen atau sebanyak 2.645 dari total sebanyak 3.125 kasus, dibanding kesembuhan nasional sebanyak 81 persen.

“Angka kesembuhan kami juga tinggi dari data nasional, kurang lebih 85 persen,” jelasnya. (uri)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp