DaerahKota Cilegon
Trending

Pemudik Ngumpul di Pelabuhan Merak, Penumpang di Kendaraan Tak Diperiksa GeNose

CILEGON, BANTEN RAYA- Pelabuhan Merak, Kota Cilegon dipenuhi pemudik, Sabtu hingga Minggu (1-2/4/2021). Mereka sengaja mudik memanfaatkan waktu sebelum masa peniadaan mudik diberlakukan yaitu 6 hingga 17 Mei. 

Pantauan Banten Raya, penumpukan kendaraan pemudik terjadi pada Sabtu (1/5/2021) malam hingga Minggu (2/5/2021) dini hari. Meski kendaraan penyeberang tergolong padat, namun terlihat antrean tidak sampai ke luar area pelabuhan. 

Para penumpang pejalan kaki terlihat dicek satu per satu dan memerlihatkan syarat GenoSe Covid-19. Sementara, pemudik di dalam kendaraan terlihat bebas melenggang ke kapal.

Data yang diperoleh Banten Raya dari PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Merak, pada Sabtu (1/5/2021) pukul 08.00, hingga Minggu (2/5/2011) pukul 08.00, mencatatkan rekor penumpang terbanyak dalam sepekan terakhir. 

Di mana, penumpang pejalan kaki mencapai 2.600 orang dan penumpang dalam kendaraan mencapai 35.901 orang, atau total sebanyak 38.201 orang. 

Sementara, jumlah kendaraan mencapai 9,831 unit, baik kendaraan roda dua, roda empat atau lebih. Jumlah orang maupun kendaraan yang menyeberang jauh lebih banyak dibandingkan hari normal. Kepadatan penyeberangan lebih dominan saat malam hari.

Samsudin, pemudik dari Jakarta yang ditemui di Pelabuhan Merak mengungkapkan, dirinya hendak pulang ke Lampung. Ia yang bekerja di sektor non-formal lebih memilih mudik lebih awal sebelum 6 Mei 2021. Di mana, pemerintah mulai melarang mudik mulai Kamis pekan ini. 

“Mudik duluan Mas, karena kerjanya non-formal, di konveksi, bisa libur duluan. Ya pulang dulu, kalau ditunda-tunda nanti keburu ada larangan dari pemerintah mulai 6 Mei besok,” kata penumpang pejalan kaki ini.

Samsudin mengungkapkan, untuk menyeberang ke Bakauheni melelalui Pelabuhan Merak saat ini juga harus dilengkapi dengan GenoSe Covid-19. Ia pun harus merogoh kocek Rp 40 ribu untuk membayar tes itu.

“Sebenarnya keberatan ya, harus pake syarat tes GenoSe juga. Tapi, demi kumpul dengan keluarga di kampung halaman, terpaksa deh,” ucapnya.

Sementara itu, pemudik yang menggunakan kendaraan bermotor, Firman mengaku masih bebas ketika menyeberang melalui Pelabuhan Merak ke Bakauheni. Bahkan, Ia tidak dimintai hasil rapid antigen maupun melakukan tes GenoSe Covid19 di Pelabuhan Merak. “Tidak ditanyain (GenoSe), masih bebas seperti biasa dan masih bisa nyeberang,” tuturnya.

Baca juga

Dermaga Merak dan Seluruh Terminal di Banten Bakal Ditutup, Masih Mau Mudik?

Terpisah, General Manager (GM) PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Hasan Lessy membenarkan adanya lonjakan penumpang sejak Jumat kemarin. Menurutnya, hal itu wajar karena bertepatan dengan libur akhir pekan. “Karena libur weekend juga sekarang, jadi wajar ada kenaikan penumpang kapal,” ucapnya.

Ia tidak bisa memprediksi apakah akan terus terjadi kenaikan jumlah penyeberang mendekati 6 Mei 2021. Namun, pelayanan di Pelabuhan Merak masih berjalan normal. 

“Kapal yang beroperasi 30 unit dalam sehari,” ungkapnya. (gillang/rahmat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp