DaerahEkonomi & BisnisHukum & KriminalKesehatanKota CilegonNasionalPendidikan
Trending

Pengamen dan Manusia Silver di Cilegon akan Diperbolehkan Masuk Mal

Semakin Banyak Berkeliaran di Sekitar Kantor Walikota

CILEGON, BANTEN RAYA – Jalan Jenderal Sudirman merupakan salah satu jalan di kawasan perkantoran Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot), Geduing DPRD, Polres, dan Kodim.

Di jalan yang membentang dari Tugu Kota Cilegon sampai lampu merah Simpang Empat Kawasan Perumahan KS tersebut semakin banyak ditemukan gelandangan dan pengemis (gepeng) serta pengamen di jalanan.

Selain gepeng dan pengamen, di pinggir jalan depan Taman Layak Anak juga kerap digunakan mangkal pedagang kaki lima (PKL).

Sobri, salah satu warga, yang melintas mengaku, tidak menyangka jika jalan kawasan perkantoran elit itu masih terdapat gepeng. Seharusnya, kata Sobri, kawasan tersebut bersih dari gepeng, dan pengamen.

“Ini (Jalan) menjadi cerminan Kota Cilegon, sayangnya masih ada setiap hari pengamen dan pengemis. Bahkan, kadang-kadang berada di tengah-tengah jalan,” katanya kepada Banten Raya, Kamis (28/1).

Sobri menyampaikan, tidak hanya pengemis saja, terkadang jalan yang melintasi Alun-alun Kota Cilegon tersebut juga terdapat sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang mangkal di bahu jalan.

“Ya bisa dilihat sendiri. Sore itu banyak pedagang. Sekarang saja karena Alun-alun ditutup. Kalau biasanya itu ramai,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Rehabilitasi Sosial dan Penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon Hidayatullah menjelaskan, pihaknya sudah maksimal bekerja dan mendata gepeng, dan pengamen di sepanjang jalur protokol.

Namun, kata dia, karena alasan ekonomi mereka tetap di jalan.

“Itu ada memang selalu di titik trotoar DPRD yang dekat alun-alun anak kecil pengamen. Kami sudah sering sampaikan jika itu berbahaya. Namun karena penghasilan (Pekerjaan_red) mengemis maka lebih memilih tetap di situ,” ungkapnya seraya menambahkan, gepeng dan pengemis bisa meraup penghasilan Rp500 ribu per hari.

Ke depannya, papar Dayat -sapaan akrab Hidayatullah, pihaknya akan bekerjasama dengan pihak terkait baik itu pemilik mal bisa memberikan ruang para pengamen, baik itu pengamen cilik dan manusia silver.

“Kami mencoba terobosan bagi para pekerja seni jalanan ini. Kami sudah bicara dengan pihak mal yang ada. Untuk bisa mengkaryakan mereka secara legal jika itu bisa,” imbuhnya. (uri)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp