DaerahEkonomi & BisnisKota Cilegon
Trending

PPKM Bikin Penghasilan Sopir Bus Anjlok, Sehari Cuma Bawa Pulang Rp15.000

CILEGON, BANTEN RAYA- Kebijakan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di Pulau Jawa cukup memukul perekonomian para sopir bus. Seperti yang dirasakan para sopir bus jurusan Merak-Jakarta. Mereka mengalami penurunan pendapatan sangat drastis. 

Pantauan bantenraya.com di Terminal Terpadu Merak (TTM) Kota Cilegon, terlihat sepi dari biasanya. Hanya ada beberapa bus jurusan Merak-Jakarta yang beroperasi. Para sopir terlihat duduk dan tiduran di dalam armada.  

Pengemudi Bus Arimbi Bambang mengatakan, sejak pemberlakukan PPKM darurat jumlah penumpang dari Merak ke Jakarta atau sebaliknya sangat sepi. Selain sepi, operasional setiap armada juga bergantian.  

“Sebelum ada korona sehari bisa Rp 100 ribu lebih ke kantong, nah setelah ada korona sekitar Rp 70 ribu atau Rp 80 ribu. Nah setelah PPKM darurat sehari paling Rp15 ribu atau Rp20 ribu,” kata Bambang ditemui bantenraya.com di TTM, Senin (19/7/2021).  

BACA JUGA: 7 Kabupaten/kota di Banten Masuk Zona Merah Covid-19

Dikatakan Bambang Yuliansah, honor yang diterima sopir bus Arimbi merupakan honoar dari jumlah penumpang. Jika penumpang semakin banyak, honor semakin banyak. “Kalau kami, sistem gajinya honor dari jumlah penumpang, jadi tidak mikir setoran dan uang bensin. Bensin ada jatah dari perusahaan setiap hari, tetapi kalau jumlah penumpang sedikit, honor kita sedikit,” ucapnya. 

Kata Bambang, setiap hari dirinya biasa jalan satu kali pergi pulang (PP) dari Merak ke Kalideres. Namun sejak PPKM darurat, perusahaan mengurangi operasional armada karena memang sepi penumpang. “Jalannya gantian, hari ini jalan, besok libur. Kalau dulu, bisa setiap hari jalan,” terangnya.  

Dalam satu PP, kata Bambang, biasanya bisa mengangkut sekitar 100 penumpang dari jumlah kapasitas bus 54 bangku. Namun, saat ini satu PP hanya sekitar 15 sampai 20 penumpang. “Jadi honor kita sedikit,” ujarnya.  

Hal yang sama juga dirasakan oleh pengemudi Bus Arimbi Trayek Merak-Kalideres Mumu. Ia mengaku sangat terpukul dengan PPKM darurat. Jumlah penumpang turun drastis. “Honor kita sangat kecil, karena penumpang turun. Ngetem lama, juga gak ada penumpang,” ungkapnya.  

Saksikan Podcast Meja Redaksi di Banten Raya Channel

 Mumu masih beruntung lantaran sistem kerjanya bukan kejar setoran. Ada perusahaan lain yang sistemnya setoran ke perusahaan, jelas lebih terpukul. “Kalau PO (Perusahaan Otobus) lain ada yang sistemnya setoran, jelas lebih berat lagi. Nyari setoran, operasional di jalan BBM sama tol, belum buat dirinya sendiri,” terangnya. 

Hanya sekadar untuk makan, Mumu mengaku hutang ke warung makan di Terminal Merak. “Dapat uang sehari Rp20 ribu paling, buat yang di rumah dulu. Saya makan hutang dulu ke warung. Sopir serba susah kalau PPKM sepertu ini diperpanjang,” tuturnya. (gillang/rahmat)

Related Articles

Back to top button